‘The Glass House’

Maaf bila pada artikel kali ini saya memakai judul dalam bahasa asing. Bukan bermaksud gaya-gayaan, tetapi istilah ‘glass house’ di sini saya gunakan sebagai pengertian untuk sebuah rumah yang menggunakan kaca sebagai elemen bangunan yang dominan. Karena pengertian ‘rumah kaca’ dalam Bahasa Indonesia lebih merujuk pada bangunan kaca dengan fungsi untuk pemeliharaan vegetasi. Rasanya tidak mungkin bila sebuah rumah tinggal tidak mempergunakan kaca sebagai salah satu elemennya. Di dalam sebuah bangunan, kaca sendiri mempunyai dua fungsi utama, yaitu secara fungsional untuk membuat transparansi secara visual dan fungsi estetis untuk meningkatkan kelas bangunan. Penggunaan elemen kaca secara tepat akan memberikan banyak keuntungan, sebaliknya, apabila elemen kaca tidak dipergunakan secara tepat, akan banyak pula kerugian yang akan kita dapatkan.

Pertama kali, tentu kita harus mengenal terlebih dahulu jenis-jenis kaca yang biasa dipergunakan di dalam bangunan :

  • Kaca Forming, yaitu kaca yang dilebur atau dipanaskan kemudian dicetak sesuai model yang diinginkan.
  • Kaca Es, jenis kaca berwarna buram dan semi tembus pandang, umumnya berwarna netral atau putih, tetapi ada juga yang berwarna-warni.
  • Kaca Raindown. Adalah salah satu jenis kaca es, tetapi memiliki motif yang sedikit berbeda, yaitu menyerupai motif aliran air.
  • Kaca Melton, berasal dari istilah ‘melt’ dan ‘on’, yaitu kaca yang diperoleh dari proses pencetakan. Permukaan kaca jenis ini memiliki berbagai macam tekstur, bahkan kadang timbul hingga menyerupai ukiran
  • Kaca Sandblasting. Kaca ini diperoleh dari kaca bening yang mempunyai perlakuan sandblasting yang membentuk pola dekoratif tertentu. Sandblasting Glass ini berfungsi untuk membatasi secara visual dengan bagian buramnya membentuk motif tertentu. Efek transparansi visual yang diperoleh adalah di tengah-tengah antara kaca bening dan kaca kaca es. Selain dengan teknik sandblasting yang akan memberi hasil secara permanen, efek ini bisa diperoleh dengan penempelan stiker, sehingga pola yang dihasilkan tidak permanen.
  • Kaca patri (stained glass). Adalah bidang kaca yang diperoleh dengan menggabungkan beberapa bidang kaca motif yang berwarna dengan timah atau kuningan. Kombinasi beberapa warna inilah yang menghasilkan motif dekoratif yang menarik, serta memunculkan efek yang dramatis bila ditimpa oleh cahaya.
  • Kaca rayband. Biasa dikenal juga dengan one way glass, digunakan untuk membatasi pandangan dari salah satu arah, serta mengurangi intensitas cahaya matahari yang masuk ke dalam bangunan.
  • Kaca Bevel. Pengertian bevel adalah potongan miring pada pinggir kaca. Bagian yang miring ini akan berfungsi seperti prisma, dan memberikan efek yang menarik bila ditimpa oleh cahaya.
  • Kaca Inlay, adalah kaca dekoratif yang diperoleh dengan cara menyisipkan beberapa potongan kaca yang berbeda.
  • Moons Glass atau Fusion Glass. Adalah kaca yang diperoleh dari berbagai kaca yang ditumpuk atau disambung, lalu dipanaskan. Kaca ini mirip dengan melton glass dalam prosesnya, dan hasil akhir mirip dengan stained glass, tapi tidak memerlukan timah / kuningan sebagai media pemersatunya.

Sedangkan menurut struktur penyusunnya selain kaca jenis biasa terdapat beberapa jenis kaca yang lain yaitu :

  • Kaca tempered. Kaca ini dipanaskan dengan suhu tinggi, sehingga diperoleh kekuatan 4 kali lipat kaca biasa. Biasa digunakan untuk bidang kaca yang frameless (tanpa rangka) seperti permukaan meja atau, kaca yang memiliki resiko pecah lebih tinggi misalnya daun pintu. Bila pecah, kaca ini akan menjadi butiran-butiran yang kecil sehingga tidak beresiko melukai pemakai.
  • Kaca laminated. Kaca yang diperoleh dari 2 lembar kaca yang bagian tengahnya diberi film atau bahan khusus lainnya untuk keperluan tertentu, misalnya kaca anti peluru.
  • Kaca Double Glass. Jenis kaca rangkap seperti laminated, tetapi memiliki rongga di dalamnya yang hampa udara. Berfungsi sebagai kaca insulasi panas dan suara.
  • Wire Glass. Kaca laminated yang di tengahnya terdapat lapisan anyawan kawat, sehingga lebih kuat.

Material kaca sebetulnya adalah material yang paling mudah perawatannya dibandingkan dengan material-material yang lain. Cukup bersihkan kaca 2 minggu sekali dengan air sabun dengan lap kain yang lembut untuk menghindari goresan pada kaca. Karena kaca yang telah tergores tidak dapat diperbaiki lagi. Apabila ada noda yang sulit dibersihkan bisa menggunakan minyak tanah. Khusus untuk kaca patri cek sambungan-sambungan kaca setiap tiga atau enam bulan sekali. Bila ada kotoran pada sambungan bisa dibersihkan dengan benda yang tajam secara hati-hati. Bila ditemui sambungan yang kendor tutuplah dengan lem silikon.

Penggunaan elemen kaca dalam suatu bangunan memunculkan dua konsekuensi yang sangat berlawanan. Bila penerapannya tepat, maka akan diperoleh beberapa keuntungan, antara lain :

  1. Efek estetis yang luar biasa. Penggunaan kaca patri (stained glass) akan memunculkan style klasik pada bangunan, penggunaan kaca sandblasting pada partisi untuk bangunan komersial akan memberikan kesan eksklusif, sementara penggunaan kaca-kaca tranparan yang lebar pada bangunan yang modern dan minimalis akan semakin memperkuat style tersebut.
  2. Penghematan energi. Dengan perletakan yang tepat, penggunaan kaca akan memaksimalkan pemanfaatan cahaya alami pada bangunan, dengan demikian akan menghemat penggunaan energi bagi penerangan.
  3. Kemudahan perawatan. Karena kaca merupakan material yang paling mudah dibersihkan daripada material-material finishing yang lain.

 

Namun sebaliknya, apabila kaca tidak diterapkan secara tepat pada suatu bangunan, maka akan memberikan kerugian yang tidak sedikit. Kerugian yang paling utama adalah pemborosan energi. Penerapan kaca pada sisi  bangunan yang tidak tepat akan membuat energi radiasi terlalu banyak masuk ke dalam bangunan, sehingga bangunan menjadi panas dan memerlukan energi yang lebih besar untuk melakukan pendinginan buatan (air conditioning). Pada sinar matahari terdapat dua komponen utama, yaitu cahaya dan panas. Cahaya kita inginkan bisa masuk sebanyak-banyaknya ke dalam bangunan, tetapi sebaliknya, sedapat mungkin kita menghindari panas yang masuk ke dalam bangunan. Untuk daerah tropis seperti di Indonesia, sebaiknya menghindari pemasangan kaca dan bukaan lebar pada sisi barat dan timur. Karena intensitas cahaya matahari paling besar pada kedua arah tersebut. Pada bukaan harus dipasang pelindung yang cukup lebar untuk menghindari panas matahari secara langsung. Pelindung secara horizontal bisa berupa teritisan atau kanopi beton, sementara pelindung secara vertikal bisa berupa sirip beton atau dinding bata.

 

Penggunaan material kaca pada bangunan memerlukan kepresisian yang tinggi pada saat pekerjaan konstruksi sedang berlangsung. Apalagi saat ini pada bangunan-bangunan dengan style minimalis modern banyak dipergunakan kaca frameless (tanpa kusen) di mana kaca langsung dijepit dengan list aluminium yang tertanam langsung pada beton atau dinding, lalu dikunci dengan seal atau karet.  Pemilihan material semen dengan kualitas baik mutlak diperlukan untuk memperoleh hasil beton dan dinding yang presisi serta berkualitas baik, untuk mendukung pemasangan kaca frameless.

 

Berikut ini, silahkan Anda cermati contoh beberapa rumah yang mengaplikasikan kaca sebagai material yang dominan. Dengan teknik dan aplikasi yang benar desain sebuah glass house bisa menjadi sangat elegan. Tertarik? silahkan mencoba pada rumah anda.

 

 

 

Septana Bagus Pribadi, ST, MT

Tulisan ini dimuat di Artikel Bale, Suara Merdeka 10 Juni 2012, hal 28

 

 

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 913 other followers