Bertemu 6 Orang Hebat Tadi Sore

Seperti biasa, saya memilih pulang sehabis maghrib dari kampus. Selain supaya nggak buru-buru di jalan ngejar sholat maghrib, waktu-waktu antara jam 4 hingga maghrib adalah waktu paling nyaman buat ngerjain ini-itu di kampus, tanpa diganggu mahasiswa. Hehe niatnya sih kerja,.. tapi nyatanya malah browsing mulu…

Dari kampus Undip tembalang, saya meluncur jam setengah 7-an lah.. kampus sudah sepi, nggak ada tanda-tanda kehidupan, baru ingat, oh ya, ini memang belum musimnya mahasiswa pada masuk, masih pada liburan di kampuang masing-masing kayaknya.

Sebetulnya kalo ditarik garis lurus, rumah saya di Sekaran cukup dekat dengan Kampus di Tembalang. Tapi kalau saya mengikuti garis lurus tsb malah jadi nggak sampe rumah, karena nyemplung jurang .. hehe. Jadinya ya harus menempuh rute seperti biasa, tembalang, turun ke jatingaleh, nyebrang lewat bendan (depan unika dan untaq), nyebrang kaligarang di jembatan besi trus naik ke atas lagi ke Sekaran, tempatnya kampus UNNES.

Setelah menyeberang jembatan besi itulah, tiba-tiba sudut mata saya menangkap sekelebatan bayangan orang yang berdiri di tepi jalan sambil mengacungkan jempol. Tentu dia mengacungi jempol bukan dengan maksud memuji saya, tapi maksudnya sudah jelas mau menumpang. Agak mendadak saya menginjak rem. Ya maaf saja deh, buat motor di belakang saya yang harus ngepot menghindari bemper saya yang berhenti agak mendadak.

Saya lihat lewat spion, anak tadi bersama beberapa temen-temennya dengan beberapa tumpukan barang bawaan. Seumuran mahasiswa saya kayaknya. Hmmm… saya pikir ini pasti mahasiswa UNNES yang habis KKN atau habis acara apaan gitu yang minta tebengan ke arah kampus UNNES ke atas. Saya sampai situ jam 7 lebih dikit lah. Jam segitu mungkin memang sudah nggak ada angkot lagi ke arah UNNES.

Saya buka jendela kiri, anak yang nyegat tadi berlari-lari kecil mendekat.

‘Pak, boleh numpang sampai UNNES’…?

‘ bener tebakan saya’, kata saya dalam hati, ‘eh… berapa orang Dik ?’

‘ 5 orang pak’

‘ Ya udah naik aja… barangnya banyak ya? taruh belakang saja, tapi lewat pintu tengah aja ya, karena pintu belakang agak rusak’, kata saya.

‘Wah, terima kasih pak’, katanya sambil nyengir.

Dia memanggil teman-temannya untuk memasukkan barang-barang, sementara mereka sendiri ikut naik. Ternyata mereka ada 6 orang. Oh jadi maksudnya anak tadi, dia sendiri sama 5 orang temennya. 3 cewek dan 3 cowok. Sebetulnya terbersit sedikit was-was di hati saya. Jaman kayak gini gitu loh… jangan-jangan mereka ada niatan nggak baik. Kalau mau ngerebut mobil gampang aja tuh, 3 lawan 1 kalau yang cewek nggak diitung, dan posisi saya yang nggak menguntungkan karena saya yang setir. Tapi saya tepis kekuatiran di hati saya. Gak papa wes, yang penting niatnya baek mau nolong. Saya lirik wajah mereka satu-satu, kayaknya anak baik-baik. Yang cewek ada 2 yang berjilbab.

1 orang duduk di depan di sebelah saya, 1 orang di belakang bareng barang-barang, 4 orang tumpang tindih di jok tengah.  Tapi mereka nggak ngeluh sama sekali, mungkin sudah untung dapat tebengan pikir mereka.

‘Sudah naik semua?, ya udah jalan sekarang. Habis kegiatan apa dik? KKN ya?. Mereka diam saja nggak njawab.

Saya tanya lagi, ‘Mahasiswa UNNES kan? Jurusan apa dik?.

akhirnya ada satu yang njawab, ‘Bukan Pak, kami habis dari nawar-nawarin barang,… door to door’.

Oh ternyata…

Mereka bukan mahasiswa yang habis kegiatan, tapi adalah rombongan sales yang nawarin barang dengan jalan kaki, dari rumah ke rumah. Ooo… saya baru ngeh,pantesan mereka bawa banyak sekali kardus panjang-panjang seukuran kompor gas, ya memang itu yang mereka jual…. kompor gas dan peralatan rumah tangga yang lain.

‘O… gitu ya.. ya udah nggak papa’. ‘Mau ke mana Dik?, tanya saya lagi.

‘ke Unnes Pak’. masih dijawab sama anak yang tadi juga.

‘OK, kebetulan rumah saya juga deket UNNES’.

Beberapa anak menyahut, ‘terima kasih ya pak atas tumpangannya’.

Selain itu, di sepanjang jalan, mereka lebih banyak diem, kecuali anak yang jawab pertanyaan saya tadi, sesekali bertanya basa-basi, dan menjawab juga kalau saya yang gantian tanya. Sebetulnya saya agak dongkol juga, kenapa pada diem begitu? Padahal udah dikasih tebengan juga. Serasa jadi supir taksi nih kalo kayak gini caranya. Akhirnya saya ikutan diem juga.

Setelah lama saling membisu, pas sampai di daerah Trangkil, mobil jalan agak pelan karena tanjakan, kebetulan pas lewat lampu jalan, sehingga saya bisa melihat sekilas wajah anak yang duduk di sebelah saya dan di belakang saya. Seketika saya langsung mengenali arti yang sama dari wajah-wajah mereka.

Wajah-wajah kelelahan…

Ya, … ternyata mereka diam karena kelelahan,… sebagian bersandar sambil memejamkan mata, sebagian lagi melek, tapi dengan pandangan kosong.

Ya Allah, seketika kedongkolan saya lenyap, dan menyesal karena sudah suudzon dengan mereka. Saya tidak bisa membayangkan, seberat apa kehidupan yang harus mereka jalani seharian ini. ke mana-mana membawa kompor. Memang kompor gas nggak begitu berat juga, tapi ya tetep ogah kalau saya harus nenteng kompor gas 2 unit ke mana-mana seharian.

Akhirnya saya pun juga diam. Memberi kesempatan kepada mereka untuk istirahat sejenak.

Sekitar 15 menit kemudian, hampir sampai di UNNES. Jarak antara mereka nyegat tadi hingga ke UNNES sekitar 7 kilo-an kali. Tapi memang agak lama, karena jalannya nanjak, naik ke gunung.

‘Nah, dah hampir sampai nih, kalian mau turun di mana di UNNESnya ?’

‘Eh di mana ya? di mana aja deh pak”.

‘Lho, gimana toh?, lha kalian mau turun di mana maunya?’. ‘Kost nya di mana ?’ tanya saya lagi.

‘Kami mau ke Mapagan pak… Ungaran’.

‘Ha, Mapagan ???’.

Nama daerah yang mereka sebut itu masih sekitar 10 kilometer jauhnya dari UNNES.

‘Lha kenapa tadi bilangnya mau ke UNNES ?”, tanya saya.

‘Ya biasanya kalau orang naik dari Jembatan Besi ke atas, ya mau ke UNNES pak, jarang yang sampai Mapagan, makanya tadi kami bilang saja mau numpang ke UNNES”.

‘Lha nanti dari sini sampai Mapagan, kalian mau naik apa?’.

‘Ya biasa pak, … cari tebengan lagi… hehehe’.

Ya Allah,…saya bener-bener tambah kaget. Berarti, waktu mereka menghentikan saya tadi, mereka masih berada hampir 20 kilo dari tujuan, malam-malam. Bawa barang jualan banyak, dan bener-bener hanya mengandalkan tebengan untuk sampai ke tujuan.

‘Wah ya nggak bisa gitu… udahlah, saya antar saja sampai ke sana’.

‘Wah terima kasih banyak pak’. Mereka hanya menjawab  singkat saja. Tapi saya merasa bahwa mereka betul-betul lega karena sudah tidak perlu lagi memikirkan cara untuk sampai ke tempat tujuan lagi malam itu.

Singkat cerita, hampir sampai Mapagan, tempat tujuan mereka.

‘Nah, Mapagan-nya sebelah mana mess-nya?.

‘Eh nggak ke mess kok pak… ini mau ke kantor dulu… meeting dulu, melaporkan hasil jualan siang tadi, baru habis itu pulang ke mess.’

??? …..

padahal waktu itu sudah hampir jam 8 malam.

***

Ya Allah, sungguh pelajaran yang sangat berharga yang aku peroleh sore tadi. Bukan mereka yang beruntung bertemu denganku, tapi sungguh… aku yang beruntung bertemu dengan mereka. Engkau tunjukkan kepadaku, pejuang-pejuang kehidupan yang betul-betul harus berusaha sangat keras untuk mencukupi kebutuhan hidup hari-demi hari. Sementara aku begitu sering tidak bersyukur atas segala kemudahan dalam kehidupan yang telah Engkau berikan kepadaku.

Mudahkanlah usaha mereka Ya Allah. Berkahilah rezeki mereka. Sungguh Engkau maha Pengasih dan Penyayang, dan Engkau sebaik-baik pemberi risqi. Berilah mereka kesabaran dan kekuatan dalam menghadapi kesulitan hidup ini.

” Barangsiapa pada malam hari merasakan kelelahan dari upaya ketrampilan kedua tangannya pada siang hari maka pada malamitu ia diampuni oleh Allah” . (HR.Ahmad)

Leave a comment

4 Comments

  1. ” Barangsiapa pada malam hari merasakan kelelahan dari upaya ketrampilan kedua tangannya pada siang hari maka pada malamitu ia diampuni oleh Allah” . (HR.Ahmad)

    cocok buat mahasiswa arsitektur ya pak

    Reply
  2. nah itu dia maksud saya pak hehe.

    Reply
  3. che bello, ma …….

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: