Menata Ruang Tamu

Ruang tamu bisa diibaratkan sebagai wajah rumah kita. Karena ruang tamu lah ruang yang pertama kali dilihat oleh setiap orang yang datang ke rumah kita. Bisa juga dikatakan, bahwa ruang tamu menjadi cerminan kepribadian sang pemilik rumah. Beragamnya ukuran ruang, serta keterbatasan tempat seringkali menjadi kendala untuk mendapatkan ruang tamu yang fungsional, nyaman, dan elegan.

Karena ruang yang terbatas, seringkali pemilik rumah meniadakan keberadaan ruang tamu. Fungsi ruang tamu dileburkan ke dalam teras rumah atau menjadi satu dengan ruang keluarga. Tetapi terkadang, ada pula sebuah rumah yang bahkan memiliki beberapa ruang tamu dengan karakter yang berbeda-beda, publik, semi publik dan privat.

Keberadaan dan karakter ruang tamu juga sangat bergantung kepada karakter pemilik rumah. Seseorang yang tertutup atau introvert, cenderung hanya menerima tamu di teras atau beranda rumah, atau di sebuah ruang tamu yang terpisah dari ruang keluarga dan bagian rumah lainnya. Sebaliknya, seseorang dengan pribadi yang terbuka, mempunyai pergaulan yang luas, dan memiliki jabatan sebagai representatif publik, misalnya seorang pejabat publik atau seorang wakil rakyat, akan menerima tamu dalan jumlah dan frekuensi yang besar. Biasanya dia akan mempunyai sebuah ruang tamu yang terbuka dan berukuran besar, bahkan memfungsikan ruang keluarga dan bagian rumah lainnya sebagai ruang tamu.

Ketika akan mulai menata ruang tamu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan :

  1. Ukuran ruang tamu. Ukuran menjadi hal yang mutlak harus menjadi pertimbangan utama dalam memilik perabot. Jangan sampai ruang tamu terlihat terlalu sesak dan penuh, tetapi sebaliknya, ruang tamu yang kosong melompong juga tidak akan enak dipandang.
  2. Dinding sebagai background. Pada ruang tamu, biasanya terdapat satu bidang dinding yang menjadi point of interest. Dinding ini biasanya diolah khusus dibandingkan dengan bidang dinding yang lain, bisa menggunakan wallpaper, atau menggunakan cat dengan warna yang berbeda. Alternatif lain, bisa juga kita gunakan dinding dengan semen ekspose atau plesteran kasar (kamprot). Apabila kita gunakan teknik ini, pilihlah semen dengan kualitas yang baik dan telah teruji. Aksen pada bidang dinding ini bisa diperkuat dengan pemasangan lukisan atau foto keluarga dengan bingkai yang menarik. Supaya tidak ramai, tidak usah terlalu banyak, cukup pasang 1 buah lukisan/foto yang berukuran cukup besar atau 2 buah yang berukuran sedang.
  3. Tempat duduk / Sofa. Sofa adalah point of interest dalam sebuah ruang tamu. Untuk memilih sofa, ada beberapa hal yang harus diperhatikan :
  • Style dan warna. Sesuaikan style dan warna sofa dengan style dan warna yang dominan pada rumah Anda. Bila Rumah Anda mempunyai style minimalis/modern, pilihlah pula sofa yang simpel dengan warna-warna yang cerah dengan bahan konstruksi dari metal atau aluminium. Rumah tropis dan mediteran akan sangat sesuai dengan sofa dengan konstruksi kayu dengan warna-warna yang lembut. Sedangkan sofa berbahan dominan kayu berwarna gelap serta mempunyai ornamen berupa ukiran akan sangat memperkuat  style Rumah Klasik.
  • Ukuran dan jumlah seater. Sesuaikan ukuran sofa dan jumlah seater sofa dengan ukuran ruang tamu Anda. Untuk ruang tamu yang kecil, Anda bisa menggunakan 2 buah sofa single seater dan 1 buah meja kecil (sofa 1 + 1 + meja), atau 1 buah sofa double seater dan 1 buah meja (sofa 2 + meja). Untuk ruang tamu yang berukuran sedang, gunakan 2 buah sofa double seater yang disusun membentuk sudut dan 1 meja (sofa 2 + 2 + meja), atau 1 buah sofa double seater ditambah 2 sofa single seater dan satu meja (sofa 2 + 1 + 1 + meja). Pilihan lain untuk ruang tamu berukuran sedang adalah sofa menyambung yang berbentuk Letter L. Untuk ruang tamu yang besar, Anda bisa menggunakan sofa dalam set yang lengkap (sofa 3 + 2 + 1 +meja).
  • Sofa multi fungsi. Untuk rumah tinggal yang berukuran kecil, pertimbangkan untuk mempergunakan sofa multi fungsi, misalnya sofa yang juga dapat dipergunakan sebagai tempat tidur (sofa bed). Siapa tahu, suatu ketika ada kenalan atau saudara yang menginap di rumah bukan? Nah, bagi yang tidak mempunyai kamar ekstra, keberadaan sofa bed ini bisa sangat membantu.
  • Bahan penutup sofa (upholstery). Bila anda mempunyai anak kecil, pilihlah bahan yang mudah dirawat dan dibersihkan. Sofa dengan bahan kulit imitasi / oscar cukup memadai dari segi harga, penampilan, maupun kemudahan perawatan. Tumpahan makanan dan minuman akan sangat-sangat sulit dibersihkan pada sofa dengan kain/fabric sebagai bahan penutup.
  • Kombinasi. Supaya tidak monoton, bisa juga kita menggunakan 2 sofa yang berbeda jenis maupun warnanya. Tentu harus dijaga supaya tidak ‘nabrak’, yaitu dengan memilih sofa dengan warna yang berbeda tetapi masih senada, dan menggunakan sofa dengan style yang hampir sama, misalnya sama-sama modern atau sama-sama klasik.
  1. Meja tamu. Di toko mebel, banyak meja tamu yang sudah sekaligus menjadi satu set dengan sofa, tetapi tidak menutup kemungkinan bila kita ingin mengganti mejanya dengan meja lain yang lebih cocok. Yang penting sesuaikan style meja dengan style sofa. Untuk ruang tamu berukuran kecil, gunakan meja tamu yang berukuran kecil dan transparan supaya tidak berkesan penuh.
  2. Bangku/bench. Bangku-bangku berukuran kecil yang tanpa sandaran merupakan alternatif untuk menambah kapasitas tempat duduk di ruang tamu. Karena kadang kita juga kedatangan tamu dalam jumlah cukup banyak bukan? Banyak pilihan material bangku yang tersedia di toko mebel. Anda bisa memilih bangku yang terbuat dari gerabah, kayu, ataupun metal. Yang penting sesuaikan warna dan style bangku dengan warna dan style sofa anda.
  3. Karpet. Karpet bisa diletakkan di ruang tamu untuk meningkatkan nilai ruang tamu dan pertimbangan kenyamanan. Pilihlah karpet dengan warna dan pola yang soft dan lembut, jangan terlalu cerah, serta menggunakan bahan yang mudah dirawat dan dibersihkan. Karpet dengan bahan sintetis akan lebih tahan lama dibandingkan permadani yang berbahan dasar kain. Ukuran karpet harus pas, tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil, cukup untuk menutupi area meja dan sedikit di bawah sebagian sofa.
  4. Elemen dekoratif lainnya. Pada sudut ruang tamu biasanya terdapat obyek-obyek sebagai elemen dekoratif untuk memperkuat aksen, bisa berupa tanaman, lampu, atau obyek-obyek lainnya. Pilihlah obyek yang sifatnya tinggi dan langsing. Bila Anda memilih tanaman sebagai elemen dekoratif di ruang tamu, pertimbangkan aspek perawatan, karena tidak setiap jenis tanaman bisa tahan berada dalam ruang tertutup. Ada baiknya Anda menggunakan tanaman plastik yang bagus atau bambu kering yang tidak memerlukan perawatan sama sekali. Bila Anda memiliki satu bidang dinding yang belum tertutup oleh sofa, Anda bisa mempertimbangkan untuk meletakkan rak atau meja rendah (credenza) di situ. Rak / credenza itu bisa berisi buku-buku atau pajangan lainnya.

 

Demikian sedikit ulasan mengenai ruang tamu. Rasakan serunya berburu perabot dan menata ruang tamu Anda menjadi ruang yang paling menarik perhatian di rumah Anda. (sumber gambar : ardyarch.blogspot.com; architectaria.com; ornamenlandscape.blogspot.com; rahadianadiprasetyo.blogspot.com; rudydewanto.com; selarasinteriorblogspot.com)

 

*) Artikel Asli yang dikirim ke Redaksi Harian Suara Merdeka untuk dimuat di Rubrik Bale, Harian Suara Merdeka, Minggu 23 September 2012 hal 28

Septana Bagus Pribadi, ST, MT

Staff pengajar Jurusan Arsitektur FT Undip

Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: