Tips Mengatur Dapur (Bag. 1)

Dapur adalah salah satu  ruangan paling vital dalam sebuah rumah tinggal. Karena di dapurlah tempat menyiapkan salah satu kebutuhan paling pokok bagi penghuni rumah, yaitu makanan. Umumnya kaum Ibu menghabiskan waktu cukup lama di dapur. Karena itu, untuk merencanakan sebuah dapur yang baik dan ideal harus mengikuti beberapa kaidah tertentu. Dapur tidak perlu mewah dan menggunakan material-material yang mahal. Sebaiknya kita mengedepankan aspek fungsional dalam merancang sebuah dapur.

Lay Out Dapur

Dalam perencanaan layout dapur, dikenal sebuah konsep yang disebut ‘kitchen work triangle’. Pola gerak seseorang yang bekerja di dapur seakan-akan membentuk pola segitiga yang menghubungkan 3 komponen utama dari sebuah dapur, yaitu kompor, zink cuci, dan kulkas/regrigerator. Untuk menghasilkan sebuah dapur yang nyaman, ada beberapa hal yang harus dipenuhi yaitu :

  • Jarak masing-masing di antara ketiga komponen di atas adalah antara 4-9 feet (100-228 cm)
  • Total jarak ketiga komponen dalam pola segitiga tersebut maksimal adalah 12-26 feet (305-660 cm).
  • Pola segitiga gerak tersebut tidak terganggu di jalur sirkulasi ruangan.

 

Bila terlalu dekat dari jarak di atas, maka dapur akan terasa sempit, sementara bila terlalu jauh akan menimbulkan kelelahan bagi pengguna dapur.

 

Berdasarkan konsep di atas, ada beberapa bentuk lay out dapur yang biasa digunakan yaitu :

  • ‘L shaped kitchen’. Penataan meja dapur yang menempel pada 2 bidang dinding yang menyudut sehingga berbentuk seperti huruf L.
  • ‘U shaped kitchen’. Penataan meja dapur yang menempel pada 3 bidang dinding yang berbentuk seperti huruf U.
  • ‘G shaped kitchen’. Adalah pengembangan dari bentuk U shaped, yaitu penataan meja dapur yang menempel pada 2 bidang dinding dan satu bidang meja lepas, sehingga berbentuk seperti huruf G.
  • ‘Island Kitchen’. Adalah pengembangan dari dapur berbentuk U, tetapi dengan kompor terpisah sehingga seakan-akan membentuk pulau tersendiri.
  • ‘Single Wall / Straight Kitchen’. Meja dapur yang menempel hanya pada satu bidang dinding.
  • ‘Corridor / Gallery Kitchen’. Meja dapur yang menempel pada dua bidang dinding yang berseberangan, dan menyisakan jalur sirkulasi di tengahnya.

 

Elemen dapur :

 

1. Lower Unit

Lower unit biasanya terdiri dari meja dapur. Ketinggian bidang kerja yang nyaman adalah sekitar 20cm di bawah lengan/siku Anda, untuk ukuran orang indonesia kira-kira 70-80cm. Untuk itu, apabila akan menggunakan kompor yang diletakkan di atas meja, sebaiknya meja dapur pada bagian tersebut lebih rendah sekitar 15 cm. Meja dapur umumnya menggunakan material beton. Gunakan pembesian diameter 8 – 10mm untuk membuat cor meja dapur beton dengan ketebalan 8-10 cm. Lebar meja dapur sendiri biasanya sekitar 60 cm. Karena tebal cor-coran cukup tipis, pastikan gunakan semen dengan kualitas yang baik, serta campuran pasir dan air yang tepat dalam pengecoran meja dapur untuk menghasilkan meja dapur yang kuat menopang beban-beban alat-alat yang nanti akan berada di atas meja dapur.

 

Bagian atas meja dapur harus dilapisi dengan material yang kuat, tahan gores, tahan panas, dan sekaligus mudah dibersihkan. Secara estetis, granit alam mungkin pilihan yang terbaik. Tetapi granit alam mempunyai pori-pori yang cukup besar sehingga akan sangat mudah meresapkan berbagai bahan masakan yang tertumpah dan akan menimbulkan noda yang sangat sulit untuk dihilangkan. Untuk itu, penggunaan granit alam harus disertai dengan filler dan coating sebagai finishing. Bila budget terbatas, kita bisa menggunakan granit tile atau ceramik cutting berukuran 60x60cm. Karena lebar meja dapur tepat berukuran 60cm, maka penggunaan keramik berukuran tersebut akan meminimalkan sambungan. Pilihan lain adalah dengan menggunakan material kayu/multipleks yang dilapisi dengan HPL. HPL cukup kuat untuk menahan panas dan anti air. Penggunaan bahan kayu lapis HPL ini memiliki kelemahan dan keuntungan. Kelemahannya adalah, bagaimanapun material kayu akan memiliki umur yang lebih pendek daripada beton. Kelebihannya adalah kemudahan untuk membongkar pasang dan merubah layout dapur bila dibandingkan dengan material beton yang lebih bersifat permanen.

 

Di bawah meja dapur, biasanya digunakan sebagai tempat penyimpanan berbagai perkakas yang sering dipergunakan, misalnya panci, piring , sendok, garpu, dan berbagai peralatan memasak lainnya. Sebagai penutup bagian bawah meja dapur yang terbuka, Anda bisa menggunakan multipleks dengan berbagai pilihan finishing, bisa politur, melamic, duco, ataupun lapis HPL. Dewasa ini, HPL banyak sekali menjadi pilihan finishing furniture karena faktor pengerjaannya yang cepat, efisien, pilihan tekstur yang beragam, serta biaya yang tidak terlalu tinggi. Untuk tempat penyimpanan piring, sendok, garpu, dll, Anda cukup menyediakan base dari multipleks yang dilengkapi dengan runner/rel di sampingnya, sehingga mudah ditarik keluar masuk seperti laci. Untuk rak piring dan perkakas lainnya yang akan diletakkan di dalam base tersebut, bisa membeli jadi di supermarket atau toko perkakas rumah tangga.

 

2. Upper Unit.

Upper unit biasanya berupa rak penyimpanan perkakas yang relatif jarang dipakai. Unit atas biasanya mempunyai tinggi 70 cm dan lebar 35 cm, dengan jarak 50-60 cm di atas meja dapur. Sebagai material upper unit yang paling banyak dipergunakan adalah multipleks dengan berbagai finishing seperti halnya dengan rak di bawah meja dapur. Desain pintu penutup rak yang mempunyai kaca lebih menguntungkan karena kita bisa melihat perkakas apa saja yang ada di dalam rak tanpa harus membuka pintunya.

 

Style dan Desain

 

Yang tidak kalah penting, sesuaikan desain dapur Anda dengan style desain rumah secara keseluruhan. Bila rumah Anda bergaya minimalis modern, tentu desain dapur yang sederhana dengan material finishing bernuansa metal akan lebih cocok. Untuk rumah dengan style ini Anda bisa mengaplikasikan warna-warna yang cerah dan menyolok pada dapur Anda sebagai aksen. Sebaliknya, material dapur dengan finishing yang bernuansa kayu akan sangat mendukung style rumah yang bernuansa tropis atau klasik. Untuk style ini sebaiknya gunakan warna-warna yang netral dan natural.

 

Demikian pembahasan mengenai dapur. Pada tulisan yang akan datang, kita masih akan membahas tentang dapur dari aspek feng shui, pencahayaan dan ventilasi bagi dapur,  serta material-material yang lain. Happy Cooking …!

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

(sumber materi dan gambar : durasupreme.com; desaindapurminimalis.blogspot.com; sliding-closetdoors.net; freshome.com)

 

Septana Bagus Pribadi, ST, MT

Staff Pengajar Jurusan Arsitektur FT Undip

*) dimuat di Rubrik Bale, Harian Suara Merdeka 25 Nov 2012 Hal. 17

Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: