Jendela Ideal

Secara pengertian, jendela adalah elemen dari suatu bangunan yang berfungsi untuk memasukkan cahaya alami dan sirkulasi udara dari dalam dan luar bangunan. Tetapi saat ini, manfaat jendela tidak sebatas aspek fungsional seperti telah disebutkan di atas, jendela sebuah bangunan, terutama rumah tinggal, juga berpengaruh besar terhadap aspek estetika dan prestige sebuah rumah. Ada banyak pertimbangan ketika kita memilih dan merencananakan jendela untuk rumah kita, antara lain aspek kekokohan, kekuatan, keamanan, kenyamanan ketika digunakan, perawatan, dan tidak lupa aspek ekonomi atau perhitungan biaya.

 

Pertimbangan pemilihan desain jendela

 

Selain aspek-aspek yang telah disebutkan di atas, terdapat beberapa pertimbangan lain dalam merencanakan jendela, yaitu antara lain :

 

  1. Perencanaan denah bangunan. Hampir semua jenis ruangan memerlukan dan baik bila mempunyai jendela, tetapi keterbatasan lahan menyebabkan tidak semua ruangan bisa berbatasan langsung dengan ruang luar. Bila itu terjadi, utamakan jendela untuk ruang-ruang berikut ini :
  • ruang tidur
  • dapur
  • kamar mandi dalan bentuk boven.

 

  1. Fungsi Ruangan. ini adalah salah satu pertimbangan lain yang utama. Sesuaikan desain jendela dengan ruangan tempat jendela tersebut berada. Untuk Ruang Tidur misalnya, tidak perlu jendela dalam jumlah  yang terlalu banyak, cukup sediakan satu atau dua buah jendela dengan daun jendela tunggal atau ganda. Jumlah jendela yang terlalu banyak hanya akan mengurangi privasi yang diperlukan untuk sebuah ruang tidur. Lain halnya dengan dapur, ruang duduk, dan ruang keluarga. Pada jenis ruang-ruang tersebut, Anda boleh saja memasang jendela sebanyak mungkin dengan bukaan yang selebar mungkin. Dapur memerlukan sirkulasi udara yang cukup karena fungsinya sebagai tempat memasak yang menghasilkan bau dan asap. Ruang duduk dan ruang keluarga memerlukan view yang leluasa ke ruang luar untuk menimbulkan kesan nyaman dan santai. Untuk kamar mandi, biasanya jendela berbentuk boven dengan ketinggian yang cukup sehingga aman dan memiliki privasi.

 

  1. Arah hadap jendela. Sedapat mungkin hindari jendela lebar ke arah barat. Karena dari arah tersebut akan datang radiasi panas matahari dengan jumlah besar saat sore hari. Bagi sebagian orang, jendela di arah timur lebih disukai karena memasukkan cahaya matahari pagi yang belum terlalu panas, tetapi jauh lebih aman untuk meletakkan bukaan pada arah utara dan selatan, terutama untuk bukaan-bukaan yag berukuran jendela. Apabila karena keterbatasan dan kondisi lahan tidak memungkinkan untuk menghindari penggunaan jendela pada arah barat, gunakan shading untuk mengurangi radiasi dan panas matahari. Shading dapat berupa shading horizontal yang berada di atas jendela, ataupun berupa shading vertikal yang berada di sisi kiri dan kanan jendela. Dengan adanya shading, sinar matahari yang masuk ruangan akan berupa sinar matahari tidak langsung (pantulan) sehingga kita hanya akan memperoleh cahaya matahari, tetapi tidak memperoleh radiasi panasnya. Shading bisa terbuat dari beton dengan tulangan 8mm satu lapis. Perhatikan kualitas bahan pembuat campuran untuk beton shading seperti  pasir dan semen. Gunakan semen berkualitas baik untuk memperoleh hasil akhir shading yang kuat dan tidak retak, karena beton untuk topi-topi dan shading biasanya cukup dibuat setebal 8-10cm dan tanpa balok.

 

  1. Aspek Keamanan. Hindari penggunaan jendela dengan ukuran terlalu besar pada dinding yang langsung berhubungan dengan area luar bangunan. Karena semakin besar ukuran jendela atau bukaan akan semakin sulit pula aspek pengamanannya. Pengamanan jendela yang paling mudah dan paling sering dipergunakan adalah menggunakan teralis. Bila Anda menghendaki adanya bukaan sangat lebar untuk memperkuat kontinuitas ruang luar dan ruang dalam, boleh saja, tetapi lebih baik bila diterapkan pada bukaan ke arah halaman belakang yang masih terlindung oleh pagar atau ke arah taman dalam.

 

  1. Jenis material.  Untuk material frame jendela atau kusen, pilihan material yang paling umum tersedia adalah kayu dan aluminium. Kayu masih memiliki aspek estetika yang belum tergantikan, walaupun saat ini harga kayu yang benar-benar berkualitas baik sangat mahal. Saran saya, apabila dana terbatas, pertimbangkanlah menggunakan kusen aluminium daripada memaksakan menggunakan kusen kayu dengan kualitas yang kurang baik dan bermasalah akibat muai susut kayu yang besar. Selain tahan lapuk dan tahan rayap, kusen aluminium memiliki beberapa kelebihan, yaitu muai susut akibat cuaca relatif kecil dan tidak perlu finishing. Sedangkan untuk material jendela pada umumnya menggunakan kaca bening ataupun kaca rayban setebal 3 atau 5 atau 6 mm. Untuk jendela atau bukaan yang tanpa frame atau tanpa kusen, haruslah menggunakan kaca tempered dengan tebal minimal 8mm yang jauh berharga jauh lebih mahal. Apabila kaca bening atau rayban setebal 5mm dapat diperoleh dengan harga Rp.80.000 s/d Rp.100.000,- per m2, untuk kaca tempered 8mm kita harus menyediakan anggaran sebesar Rp.350.000,- per m2 dan Rp. 550.000,- per m2 untuk kaca tempered setebal 10mm.  Sebagai solusi untuk mengurangi radiasi dan panas matahari untuk jendela-jendela yang menghadap barat adalah dengan menggunakan kaca khusus anti uv yang akan memantulkan sebagian besar radiasi panas matahari seperti yang dipergunakan pada bangunan tinggi. Alternatif lain adalah menggunakan glass block. Glass block memiliki rongga udara di tengahnya yang dapat berfungsi sebagai insulasi panas. Glass block dapat dipasang langsung dengan menggunakan campuran semen biasa dan air.

 

  1. Ukuran dan desain Jendela. Tinggi ambang atas jendela biasanya sama dengan tinggi ambang atas pintu, yaitu antara 210-220cm dari muka lantai. Pada bagian atasnya bisa ditambahkan dengan boven dengan kusen yang menyatu dengan daun jendela, atau ventilasi yang terpisah dengan menggunakan loster. Tidak ada ketentuan yang khusus untuk batas ambang bawah suatu jendela. Pada ruang  keluarga dan ruang duduk silahkan saja bila ingin membuat jendela yang menerus ke bawah hingga hampir mencapai lantai, tetapi pada ruang tidur anak, ruang belajar, dan ruang kerja, dan dapur, sebaiknya ambang bawah jendela setinggi lebih 80cm dari lantai. 80 cm adalah tinggi furniture dan bidang kerja pada umumnya. Sehingga ketinggian ambang bawah jendela yang lebih tinggi dari 80cm akan memudahkan anda untuk mengatur dan mengubah-ubah lay out perabot pada ruang-ruang dengan fungsi di atas. Anda akan dapat menempatkan credenza, meja kerja atau meja belajar, bahkan tempat tidur persis di samping jendela. Untuk lebar jendela tidak ada patokan yang pasti, umumnya sekitar 60cm s/d 80cm untuk setiap daunnya.

 

Demikian, banyak pertimbangan yang telah kita bahas untuk merencanakan jendela di rumah kita. Dengan perencanaan yang matang, kita tidak akan hanya memperoleh bukaan yang bermanfaat secara fungsional, tetapi juga akan menambah aspek estetika bagi rumah kita.

 

 

(sumber gambar : tiperumahminimalis.blogspot.com; inkivaari.blogspot.com)

Septana Bagus Pribadi, ST, MT

Staff Pengajar Jurusan Arsitektur , FT Universitas Diponegoro

 

Image
ImageImage

Image

Next Post
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: