Tampil Modern dengan Stucco Pattern

Stucco Pattern ? apakah itu ? Teknik plester pola atau stucco pattern adalah salah satu teknik finishing pada bidang dinding dengan menggunakan semen, yang akan menghasilkan hasil yang sedikit berbeda daripada teknik plesteran biasa. Teknik ini akan menghasilkan dinding dengan tekstur atau pola tertentu sesuai yang diinginkankan, yang berbentuk timbul atau emboss. Hasil yang diperoleh dari teknik ini tentu lebih unik daripada plesteran dinding konvensional yang menghasilkan bidang dinding dengan permukaan yang halus.  Teknik ini ternya sudah ditemukan sejak abad ke-18, namun baru pada abad ke-20 lah stucco pattern mulai berkembang dan menjadi Teknik yang sangat digemari di Eropa. Teknik ini ditemukan dan mulai dikembangkan karena pertimbangan efisiensi biaya. Dengan menggunakan ornamen yang dicetak, akan memakan biaya yang lebih sedikit daripada menggunakan ornamen yang dipahat oleh seniman pahat dengan mempergunakan batuan asli.

Berikut beberapa varian dan style dari teknik Stucco Pattern yang populer :

  • Italianate

Italianate adalah elemen berupa pahatan khas Italia pada dinding plesteran rumah. Dibuat dengan mencetak semen menjadi lengkungan, cornice, atau mahkota sebagai desain khas Italian style.  

 

  • Tudor and English Cottage

Dalam style Tudor dan English Cottage, semen dibentuk menjadi pola yang menyerupai batu buatan. Biasanya dipadukan dengan unsur kayu di dalam aplikasinya. Teknik ini memerlukan ketelitian yang tinggi. Bila dibandingkan dari aspek biaya, pembuatan batu tiruan dengan ini memang akan memerlukan biaya yang lebih sedikit daripada apabila menggunakan batuan asli.

 

  • Spanish Mission Style

Gaya plester Spanyol ini bertujuan menonjolan kesan tua. Banyak alat yang bisa digunakan pada aplikasi teknik ini, mulai dari sapu ijuk, sikat, dan bahkan ranting pohon.

 

  • Mediterranean Style

Mediterraneasn Style mirip dengan Italian style, yaitu menonjolkan unsur lengkung pada ornamen-ornamennya, tetapi lebih simpel dan sederhana.

Bahan utama pembentuk Stucco Pattern ini adalah semen, air, dan pasir. Berikut adalah langkah-langkah yang harus diikuti bila kita ingin membuat stucco pattern pada permukaan dinding :

  • Alat yang perlu disiapkan adalah : ember pencampur semen, pasir, dan air; pengaduk; kompresor, alat penyemprot semen; roskam / sendok semen. Yang paling penting, siapkan juga cetakan untuk membentuk pola sesuai keinginan atau alat yang akan dipergunakan untuk membentuk pola pada dinding, misalkan sapu, sikat, dll.
  • Bersihkan bagian permukaan yang akan diplester dari serpihan atau kotoran. Hal ini penting dilakukan agar tidak mengganggu kerekatan.
  • Siapkan adukan. Bila anda mempergunakan semen biasa, campurlah semen dengan pasir yang sudah dicuci dan disaring halus. Anda dapat pula mempergunakan semen instant yang banyak terdapat di pasaran
  • Bila Anda menghendaki pola yang berbentuk geometris, semprotkan bahan ke dalam pola yang telah disiapkan, lalu rekatkan ke bidang dinding. Setelah adukan mulai mengering, barulah Anda bisa melepaskan cetakan perlahan-lahan.
  • Bila Anda menghendaki pola yang berbentuk tekstur yang bersifat acak, maka semprotkan adukan ke bidang dinding. Setelah itu, tunggulah sebentar, kemudian barulah anda bentuk pola yang dikehendaki dengan menggunakan roskam pada bidang dinding tersebut.

Setelah tahap pencetakan atau pembentukan pola, tahap selanjutnya adalah finishing. Berikut langkah-langkah finishing dalam teknik stucco pattern :

  • Tunggu sampai hasil cetakan / pola di dinding kering betul. Lebih baik apabila Anda menunggu satu-dua hari sebelum memulai tahap finishing.
  • Gunakan sikat kawat untuk menyapu seluruh permukaan plesteran. Lakukan dengan hati-hati supaya tidak merusak pola yang telah dibuat. Langkah ini bertujuan untuk menghilangkan serpihan dan membuat permukaan semakin kasar dan siap untuk dicat.
  • Campurkan setengah cangkir sodium bicarbonate dan seperempat cangkir deterjen cair dengan seember air. Gunakan sikat pembersih untuk mencuci permukaan semen. Bilas campuran pembersih dengan menggunakan selang. Biarkan semen benar-benar kering sebelum menerapkan cat.
  • Gunakan cat semprot untuk pengecatan agar cat dapat menembus plesteran. Putar tombol sprayer pada area tertentu dan semprot secara bertahap pada lapisan atas plesteran. Harus diingat, Anda harus menyemprot dari berbagai arah supaya seluruh permukaan pola dapat terlapisi cat secara merata. Ikuti petunjuk pada label cat untuk waktu pengeringan yang benar, bergantung dari jenis cat yang Anda gunakan. Jauhkan barang-barang dari dinding plester selama setidaknya satu minggu untuk memastikan cat benar-benar kering.

Susah ya? Memang. Tapi setelah stucco pattern ini jadi, Anda akan memperoleh suatu bidang dinding dengan efek dramatis yang luar biasa. Padukan stucco pattern ini dengan teknik pencahayaan yang tepat, sehingga Anda akan mendapatkan kesan kontras yang diperoleh dari gelap terang akibat pembayangan pada tekstur yang ditimbulkan pada bidang dinding. Stucco Pattern ini juga memiliki kelebihan yang lain berupa daya tahannya yang lebih lama apabila dibandingkan dengan teknik finishing dinding yang lain, misalnya cat atau wallpaper. Semen sebagai bahan utama, ternyata mempunyai kemampuan untuk mengeluarkan uap air, sehingga plester pola ini lebih tahan lama terhadap jamur.

Ohya, satu lagi. Sebaiknya aplikasikan plester pola ini cukup pada satu bidang dinding yang menjadi aksen dalam ruangan. Karena apabila seluruh bidang dinding yang ada ditutup dengan teknik ini, maka bukan kesan dramatis yang didapat, tapi justru terlalu crowded. Selamat ber-Stucco Pattern ya.

(sumber materi dan gambar : properti.kompas.com; ehow.com; wisegeek.com; colourbox.com; sensationaldesign.com)

Septana Bagus Pribadi, ST, MT

Staff Pengajar Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Undip.

Tulisan ini dimuat di Rubrik Bale, Harian Suara Merdeka


properti kompas com

solusiproperti.com

 

Rumah Minimalis yang tetap Tropis

Tak bisa disangkal, trend desain rumah hingga saat ini masihlah berkutat di sekitar desain minimalis. Para developer sebagai penyedia utama perumahan pun masih membangun blok-blok baru dengan style minimalis, pertanda bahwa memang selera pasar belum beranjak dari style desain minimalis.

Hanya terkadang kita lupa, kita hidup di Indonesia yang tidak bisa dipisahkan dari iklim tropis. Ketika bicara iklim tropis, berarti kita bicara tentang curah hujan yang tinggi, rentang musim hujan yang panjang, cahaya dan panas matahari dengan intensitas tinggi, serta kelembaban udara yang tinggi. Kesemuanya itu harus kita sikapi secara arif, terutama dalam aplikasi desain tempat tinggal.

Lalu bagaimanakah cara mempunyai rumah yag tetap terlihat minimalis, tetapi dengan masih mengakomodasi iklim tropis secara optimal ?

1. Atap Miring

Sejak jaman dahulu, arsitektur vernakular Indonesia identik dengan atap miring. Nenek moyang kita sudah sadar sejak ratusan tahun yang lalu, bahwa curah hujan di tempat hidupnya. Air mempunyai hukum dasar untuk selalu mencari tempat yang terendah. Sehingga penggunaan atap datar hanya akan memperbesar kebocoran. Prinsip yang terbaik yang harus dilakukan adalah tetap dengan mengalirkan air secepat mungkin ke dalam tanah dengan bidang atap yang miring. Kemiringan atap harus cukup untuk bisa mengalirkan debit air dalam volume yang cukup  besar dalam waktu yang singkat. Paling tidak gunakan atap dengan kemiringan minimal 25 derajad.

Bila ingin tidak ingin memperlihatkan bidang atap yang miring, supaya tampilan minimalis lebih kental, bisa saja dengan menyembunyikan atap di balik bidang dinding yang dibuat tinggi di fasad depan rumah.

2. Teritisan yang Lebar

Teritisan adalah bidang yang terletak di antara ujung atap dengan dinding. Fungsi teritisan ada 2. Yang pertama adalah melindungi bidang dinding dan bukaan (jendela) dari air hujan. Bila tidak ada teritisan, maka air hujan akan tampias dan masuk ke dalam jendela. Fungsi yang kedua adalah melindungi bidang dinding dan bukaan terhadap radiasi panas matahari. Dinding yang terekspose radiasi matahari secara langsung akan mudah kotor dan berlumut, sebaik apapun cat dinding eksterior yang dipergunakan.

Teritisan bisa kita dapatkan langsung dari perpanjangan ujung atap. Biasanya selebar 80cm hingga 100cm. Tetapi seperti halnya dengan kemiringan atap di atas, bila ingin mendapatkan kesan minimalis yang lebih kuat, teritisan bisa diganti dengan kanopi atau dak beton. Tentu harus diperhatikan betul kekuatan dak beton yang dibuat, karena dak beton tersebut berfungsi langsung untuk melindungi dinding dan jendela dari hujan dan radiasi matahari. Kekuatan dak beton tergantung kualitas dari bahan-bahan penyusunnya, yaitu semen dan pasir, serta ketepatan campuran di antara bahan-bahan tersebut.

 

 

3. Atur Orientasi Bangunan.

Sedapat mungkin hindari bukaan-bukaan yang lebar ke arah barat. Karena di arah baratlah terdapat radiasi panas matahari yang terbesar di waktu sore. Apabila sudah terlanjur memiliki rumah atau lahan yang menghadap ke barat, perlindungan ke arah tersebut mutlak diperlukan. Perlindungan bisa menggunakan teritisan atau kanopi beton yang lebar, atau bisa juga dengan penambahan sirip vertikal untuk menahan panas matahari yang datang dari arah samping. Pemanfaatan unsur alami seperti pohon dan vegetasi juga cukup efektif untuk menahan radiasi matahari.

4. Gunakan Ventilasi Alami.

Iklim tropis identik dengan kelembaban udara yang tinggi. Kelembaban yang terlalu tinggi akan mengurangi kenyamanan termal yang dirasakan oleh manusia. Penggunaan ventilasi alami sebanyak mungkin akan menjamin cukupnya pertukaran udara secara alami untuk menjaga supaya udara tidak terlalu lembab.

5. Material yang tepat.

Material yang kasar dan berporous seperti batu alam misalnya, akan mempercepat tumbuhnya lumut dan jamur. Untuk itu hindarilah penggunaan material tersebut pada bidang-bidang yang terekspose langsung terhadap sinar matahari dan hujan. Bila terpaksa mengaplikasikan material tersebut pada eksterior untuk pertimbangan estetika, jangan lupa gunakan coating untuk menutup pori-pori material, sehingga menghambat pertumbuhan lumut dan jamur.

Nah, jadi kita bisa saja punya hunian dengan style minimalis tetapi juga tetap tanggap terhadap iklim tropis bukan? Seperti kita lihat pada desain rumah karya arsitek Agus CW ini, cantik bukan ?

Septana Bagus Pribadi, ST, MT

Staff Pengajar Jurusan Arsitektur, FT Undip, Semarang

Tulisan ini dimuat di Rubrik Bale. Harian Suara Merdeka

Perspektif-Rumah-Bapak-Tanthow_01-1024x443

Perspektif-Rumah-Bapak-Tanthow_02-1024x418

Lighting yang Tak Kalah Penting

Pencahayaan atau lighting adalah salah satu elemen penting yang perlu dipertimbangkan dalam perancangan interior maupun eksterior. Selain berfungsi sebagai penerangan, lighting juga dapat dijadikan sebagai aksesori untuk memberi nilai tambah pada estetika sebuah ruang maupun fasad suatu bangunan. Untuk mendesain penataan cahaya yang baik, perlu kita ketahui terlebih dahulu klasifikasi dan jenis-jenis  pencahayaan secara umum.

Yang pertama, berdasarkan sumber cahaya yang didapat, lighting terbagi menjadi 2 jenis :

  • Pencahayaan alami atau daylighting

Pencahayaan yang bersumber dari sinar matahari yang muncul dari pagi menjelang siang hingga sore hari. Kelebihan dari pencahayaan ini adalah hemat biaya, karena tidak bergantung kepada energi listrik.

  • Pencahayaan buatan atau artificial lighting

Pencahayaan yang memanfaatkan teknologi buatan manusia atau energi olahan seperti lampu. Kelebihan dari konsep pencahayaan buatan adalah, intensitas cahaya yang lebih stabil serta pilihan warna yang bervariasi.

 

Lalu, berdasarkan arah penyinarannya, pencahayaan buatan dibedakan menjadi :

  • Sistem pencahayaan langsung (direct lighting)

Sistem pencahayaan langsung merupakan penempatan sumber cahaya secara langsung ke arah permukaan bidang aplikasi, baik dalam pencahayaan alami maupun pencahayaan buatan. Permainan cahaya langsung akan memunculkan efek bayangan yang kuat.
Tujuan dari sistem pencahayaan ini adalah mengoptimalkan penerangan umum dan intensitas cahaya untuk mendukung kegiatan yang ada di ruangan tersebut. Pengaturan yang tepat dan cermat dalam peletakan titik cahaya langsung akan memberikan kesan tegas, fungsional, dan nyaman.

  • Sistem pencahayaan tidak langsung (indirect lighting)

Sistem ini merupakan sistem yang menempatkan sumber cahaya dibalik suatu bidang aplikasi, dan memanfaatkan refleksi cahaya dari balik bidang tersebut untuk membentuk kesan cahaya tertentu. Permainan cahaya tidak langsung menghasilkan efek gradasi dan bayang-bayang pada  bidang yang tidak terkena bayangan. Sistem  pencahayaan ini memiliki tujuan utama yaitu untuk menegaskan kesan tertentu dari suatu ruang, atau membentuk batasan pada suatu bidang aplikasi.

 

Berdasarkan cakupan penyinarannya, artificial lighting terbagi menjadi tiga:

 

  • General Lighting

General lighting atau pencahayaan umum adalah sistem pencahayaan yang menjadi sumber penerangan utama. Umumnya penerangan dilakukan dengan cara menempatkan titik lampu pada titik tengah ruangan atau pada beberapa titik yang dipasang secara simetris dan merata.

Tujuan general lighting adalah menghasilkan sumber cahaya secara terang dan menyeluruh. Lampu yang digunakan adalah lampu TL atau downlight. Selain itu, dapat pula digunakan pencahayaan tidak langsung (indirect lighting) dengan lampu tersembunyi yang memanfaatkan bias cahayanya saja. Keunggulan lampu indirect adalah dapat menghasilkan cahaya yang merata tanpa membuat mata silau dan suasana hangat pun lebih terasa dengan tampilan lampu warna kekuningan.

 

  • Task Lighting

Task lighting merupakan sistem pencahayaan yang difokuskan pada suatu area dengan tujuan membantu aktivitas tertentu. Task lighting juga dapat menjadi satu cara untuk menghindari ketegangan mata ketika beraktivitas.

Contoh task lighting adalah ruang kerja yang dilengkapi dengan lampu meja untuk membaca sehinga mata tidak cepat lelah. Contoh lain adalah lampu di atas counter table yang memungkinkan orang untuk membaca resep masakan ketika akan memasak. Atau, lampu gantung yang diletakkan di atas ruang makan yang mengarah pada meja makan. Selain diperuntukkan sebagai lampu penegas fungsi, task lighting juga dapat berfungsi sebagai pembentuk suasana.

 

  • Accent Lighting

Accent lighting digunakan untuk menyorot atau memfokuskan pada suatu benda agar dapat lebih terlihat. Pemasangan accent lighting pada ruang dalam umumnya digunakan untuk menyorot benda seni (artwork) atau menyorot lukisan.

Accent lighting biasanya menggunakan spotlight karena dapat menghasilkan bias cahaya yang kuat dan menghasilkan fokus pada objek yang dituju. Aplikasi wall lamp juga dapat digunakan untuk pada dinding tertentu sehingga menghasilkan tampilan ruang yang dinamis.

 

Sebuah perencanaan pencahayaan buatan dapat mempergunakan salah satu dari jenis-jenis pencahayan di atas, atau dapat juga memadukan dua atau beberapa jenis pencahayaan tersebut. Kolaborasi dan elaborasi dalam mengunakan beberapa jenis pencahayaan sangat dibutuhkan untuk mendramatisasi nuansa ruang. Pencahayaan lampu terbaik adalah jika sumber cahaya tidak langsung mengenai mata kita hingga menyebabkan silau. Yang dibutuhkan dalam penerangan adalah efek dari cahaya ketika menerangi ruang. Beberapa desain justru menyembunyikan sumber cahaya lampu dan mendapatkan efek pantulannya melalui dinding.  Pencahayaan yang menarik dapat juga diperoleh dengan mengarahkan lampu berlawanan arah dengan bidang yang akan diterangi, untuk kemudian diletakkan elemen estetis di depannya yang mampu memantulkan cahaya secara lembut hingga dapat menerangi ruang.

 

Permainan pencahayaan kerap kali digunakan untuk mengekspose tekstur suatu material yang memang didesain sebagai elemen estetis suatu ruangan atau fasad bangunan. Sistem lighting yang diaplikasikan untuk dapat menonjolkan kesan material ini adalah perpaduan antara accent lighting dan spot lighting. Mulai dari batu bata, kayu, batu alam, hingga tekstur beton ekspose akan sangat menarik bila dipadukan dengan permainan lighting yang tepat. Tekstur khas dan warna netral yang dihasilkan oleh material semen pada beton ekspose akan terlihat lebih menonjol dengan pengaplikasian permainan tata cahaya.

 

Jadi, tata cahaya atau lighting bukan lagi hal yang sepele karena pencahayaan yang didesain dengan baik akan menciptakan suasana tertentu dan membangun estetika pada suatu ruangan. Bahkan dengan lighting kita dapat memengaruhi atmosfer dalam sebuah ruangan. Selamat mencoba. Light up your life !!

 

(sumber materi dan gambar : chooseandbuild.wordpress.com; majalahasri.com; furnituretrendzona.com; nextelements.com; homeinteriores.net)

 

Septana Bagus Pribadi, ST, MT

Staff Pengajar Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Undip

Artikel ini dimuat di Rubrik Bale Harian Suara Merdeka

 

bs2h com

Desain Konsep Pencahayaan Kamar Tidur1

designwagen com

furniture trendzona com

homeblogdesign com

homedit com

nextelements com

theluxehome com

 

Urban Tropical House

Padatnya permukiman di perkotaan seharusnya tidak mengurangi kualitas kehidupan msyarakat yang tinggal di sana. Hunian boleh terbatas luasnya karena harga lahan yang semakin mahal, tetapi dalam ruang yang terbatas tersebut konsep-konsep hunian yang nyaman dan sehat tidak boleh ditinggalkan. Untuk mencapai kenyamanan yang optimal respon terhadap iklim tropis mutlak harus diterapkan pada sebuah rumah tinggal. Sinar matahari yang berlimpah dan curah hujan yang tinggi adalah dua faktor utama yang tidak boleh diabaikan, bahkan harus dimanfaatkan seoptimal mungkin.

Secara umum, ciri rumah tropis yang utama adalah sebagai berikut :

  1. Atap miring dengan teritisan yang lebar. Atap miring adalah respon yang paling logis dari curah hujan yang tinggi. Satu-satunya cara yang terbaik dalam menangani air hujan adalah dengan mengusahakan air hujan tersebut secepat mungkin sampai ke permukaan tanah, dan meresap ke dalam tanah. Teritisan yang lebar berfungsi untuk melindungi dinding dari tampias air hujan.
  2. Ventilasi alami. Selain lebih sehat daripada udara yang dikondisikan secara mekanis, penggunaan ventilasi alami jelas merupakan pilihan yang lebih ekonomis. Walaupun berada di tengah kawasan perkotaan yang beriklim panas, kita bisa menciptakan iklim mikro yang lebih sejuk di dalam rumah dan halaman. Caranya adalah dengan memanfaatkan vegetasi dan sistem ventilasi silang yang tepat ukuran dan perletakannya.
  3. Penggunaan material alami.  Untuk lebih memperkuat kesan dari style tropis dan natural, pergunakanlah material alami, misalnya kayu dan batu alam. Tetapi kedua material tersebut memang memerlukan finishing dan perawatan khusus untuk melindungi dari panas matahari dan kelembapan yang tinggi.

 

Pada tulisan kali ini, kita juga akan mengulas contoh sebuah rumah dengan style tropis yang terletak di daerah Tembalang, Kota Semarang, yang menjadi tempat tinggal keluarga Bpk. M. Sahid Indraswara yang sehari-hari berprofesi sebagai dosen sekaligus pengusaha properti. DI tengah style minimalis yang seakan menjadi mainstream, sang pemilik rumah tetap memilih style tropis pada huniannya. Dan pilihan tersebut adalah pilihan yang tepat, terbukti bahwa rumah tersebut tetap terasa sangat nyaman dihuni meskipun berada di tengah-tengah kota Semarang yang terkenal panas.

 

Sejak dari luar rumah, terlihat desain pembatas kavling yang sangat kuat aksen tropisnya. Rumah ini sebetulnya tidak memiliki pagar, tetapi level halaman yang lebih tinggi menyebabkan privasi area rumah tetap terjaga. Penggunaan bahan batu lempeng yang dipasang secara acak dipadu dengan tatanan vegetasi yang cantik membuat rumah tersebut tampak sangat asri dan alami. Pada area pagar tersebut juga terdapat batu-batu besar yang seakan diletakkan tanpa sengaja di situ. Untuk material pintu pagar menggunakan material besi bercat hitam yang dikombinasikan dengan potongan-potongan kayu. Satu lagi elemen yang menjadi aksen pada bagian ini adalah sebuah perahu ethnik yang dipasang di atas pagar.

 

Masuk ke dalam halaman, kita disambut dengan gemericik air dari kolam koi yang terletak persis di depan teras. Suara gemericiknya air tersebut dipercaya memiliki efek psikologis yang menenangkan. Tepi kolam juga terbentuk dari susunan batu-batu lonjong yang disusun secara acak untuk lebih memperkuat kesan alami. Carport menggunakan material batu alam andesit dengan list dari kayu. Kolom teras dilapisi dengan batu palimanan yang disusun secara miring. Bentuk miring ini adalah transformasi dari bentuk umpak pada struktur bangunan tradisional. Akses utama pada teras adalah gebyok antik yang menjadi pintu utama masuk ke dalam hunian dipadu dengan bangku antik yang terbuat dari bongkahan kayu utuh. Pada sebelah kolam terdapat tangga menuju lantai dua yang berfungsi sebagai kantor. Dinding di samping tangga ini dilapisi dengan batu alam dengan arah horizontal. Karena ruang yang terbatas, railing tangga menggunakan bahan kaca tempered dengan rangka stainless steel supaya tidak membatasi secara visual dan tetap memberikan kesam luas.

 

Naik ke lantai dua, terlihat kesan yang lebih moderen. Di lantai atas ini terdapat konsol-konsol kayu yang menyangga teritisan yang sangat lebar. Demikian lebarnya teritisan tersebut, sehingga area balkon di lantai dua tetap terlindung dari panas matahari meskipun rumah ini menghadap ke barat. Teritisan dan konsol inilah sebetulnya yang memunculkan paling besar. Material lantai mempergunakan keramik ukuran 100x100cm dengan motif yang meyerupai granit. Sementara itu, plafond menggunakan papan lambrisering yang difinishing natural. Untuk balustrade (dinding pembatas balkon, dipergunakan material kaca transparan dengan rangka stainless steel. Pada dinding terdapat replika ukiran kayu dari jaman Majapahit yang berukuran besar yang berfungsi sebagai aksen.

 

Ethnik, Tropis, Natural. Begitulah kesan utama yang dimunculkan oleh rumah tersebut. Rumah ini membuktikan, walaupun berada di area perkotaan dan berada di tengah-tengah serbuan style minimalis modern, rumah ini masih bisa terlihat menonjol dan menarik perhatian dengan style yang paling cocok dengan iklim tropis. Rumah ini juga mejadi bukti bahwa dengan lahan yang terbatas, tidak berarti semuanya harus serba kecil dan terbatas. Maka tidak berlebihan bila rumah ini saya sebut sebagai urban tropical house.

 

Septana Bagus Pribadi, ST, MT

Staff Pengajar Jurusan Arsitektur FT Undip

 

Artikel ini dimuat di Rubrik Bale, Harian Suara Merdeka

 

p sahid 1

p sahid 2

p sahid 3

p sahid 4

 

Batu Alam yang tak pernah Suram

Batu Alam. Material ini memang memiliki aspek estetika yang luar biasa. Batu alam cocok untuk dipergunakan pada style Arsitektural apapun, minimalis oke, klasik cocok, mediteran masuk, tropis apalagi. Tidak heran, sejak dahulu hingga sekarang, batu alam adalah salah satu material utama yang dipergunakan apabila kita ingin meningkatkan prestise rumah tinggal. Terbukti, hingga saat ini, semakin banyak jenis dan corak batu alam yang dapat kita temukan di pasaran.

Biasanya orang mempergunakan batu alam untuk menonjolkan dua karakter uniknya, yaitu warna dan teksturnya. Berikut beberapa jenis batu alam yang paling sering dipergunakan :

  1. 1.       Batu Lempeng. Batu lempeng mempunyai karakter bentuk yang tidak beraturan, keras, pipih, dengan warna abu-abu tua dengan semu coklat. Karena bentuknya yang tidak beraturan serta tingkat kekerasan yang tinggi, maka pemasangan batu lempeng ini memerlukan skill khusus. Batu Lempeng kadang disebut juga dengan batu templek.
  2. 2.       Batu Susun Sirih. Mirip dengan batu lempeng. Hanya apabila batu lempeng diekspose pada permukaan lebarnya ketika dipasang, maka batu susun sirih dimanfaatkan untuk diekspose pada sisi tebalnya. Oleh karena itu, dalam suatu bidang permukaan yang sama diperlukan batu susun sirih yang lebih banyak daripada jenis-jenis batu alam yang lain.
  3. 3.       Batu Candi. Batu alam ini berwarna hitam, dengan kekerasan sedang, berpori-pori besar. cenderung rapuh. Dinamakan batu candi karena memang tekstur dan warnanya mirip dengan batu yang dipergunakan sebagai bahan penyusun candi-candi pada jaman dahulu. Batu jenis ini biasanya dipasarkan sudah dalam bentuk potongan persegi, dengan ukuran bermacam-macam, mulai dari 10x10cm, 20x20cm, 10x20cm, hingga 20x40cm, dengan ketebalan antara 1 – 1,5cm. Permukaan batu candi biasanya hanya satu macam, yaitu yang bertekstur halus (bekas pemotongan). Terdapat pula kombinasi permukaan yang beralur yang dibentuk berdasarkan pola tertentu dengan gerinda.
  4. 4.       Batu Andesit. Berwarna abu-abu tua dengan corak berupa butiran-butiran mirip kaca di dalamnya. Batu Andesit adalah salah satu jenis batu alam yang paling banyak dipergunakan. Selain karena teksturnya yang indah karena mirip granit, kekerasan yang sedang, warna batu andesit yang abu-abu tua juga sangat cocok untuk diaplikasikan pada style desain rumah minimalis yang saat ini sedang booming. Di pasaran tersedia batu Andesit dengan tekstur halus, kasar, serta beralur. Batu Andesit disebut juga dengan batu cirebon.
  5. 5.       Batu Palimanan. Berwarna Kuning dengan corak melengkung. Batu Palimanan adalah salah satu jenis batu alam yang paling murah harganya dibandingkan dengan jenis-jenis batu alam yang lain. Batu Palimanan ini biasanya hanya tersedia dalam tekstur permukaan yang halus.
  6. 6.       Batu Breksi. Batu breksi ini sekilas mirip dengan batu Palimanan, tetapi warnanya lebih kusam, cenderung berwarna abu-abu, serta teksturnya lurus. Seperti halnya batu Palimanan, batu Breksi juga memiliki harga yang lebih murah. Tersedia dalam tekstur halus. Batu palimanan dan Breksi mempunyai harga sekitar Rp.90.000 – 100.000,- per m2.
  7. 7.       Batu Paras Jogja. Batu jenis ini berwarna kuning, mempunyai permukaan yang kasar dan berpori. Selain ditempelkan secara langsung, Batu Paras Jogja ini juga sering dibentuk dengan cara diukir, sehingga menjadi sebuah hiasan dekoratif untuk ditempelkan ke bidang dinding sebagai aksen. Kadang batu Paras Jogja juga dijadikan bahan dasar bagi loster berukir.
  8. 8.       Batu Hijau Sukabumi. Batu ini mempunyai tekstur dan warna yang mirip dengan batu marmer. Berwarna hijau sesuai warnanya, dengan tekstur yang mengkilat. Karena coraknya yang indah, batu jenis ini biasanya ditemukan di pasaran dalam berbagai jenis tekstur. Ada yang halus, ada pula yang dibiarkan kasar.
  9. 9.       Batu Marmo. Batu marmo berwarna kemerahan. Mempunyai urat-urat yang terlihat cukup jelas di permukaannya. Batu marmo ini mempunyai harga yang relatif lebih mahal daripada jenis-jenis batu alam yang lain, yaitu berkisar antara 130-140 ribu /m2. Batu marmo tersedia dalam dua jenis, yaitu marmo biasa dan marmo bakar. Proses pembakaran akan lebih menonjolkan urat-uratnya.
  10. 10.   Batu Koral. Berbeda dengan batu alam yang lain yang biasanya ditemukan dalam bentuk lempeng, batu koral tersedia dalam bentuk butiran-butiran bulat dengan ukuran yang berbeda-beda. Batu koral dijual dalam kemasan karung plastik. Untuk ukuran yang lebih besar biasanga berharga lebih mahal daripada batu koral yang berukuran lebih kecil. Batu koral biasanya berwarna putih, hitam, dan abu-abu. Batu koral yang banyak tersedia di pasaran ada dua jenis, yaitu batu koral dari Bali dan batu koral dari Alor. Batu koral dari alor berwarna lebih cerah, lebih bersih, dan tentu harganya lebih mahal.

 

Cara Pemasangan

Semua jenis batu alam dipasang dengan bahan dasar yang sama, yaitu semen yang dicampur dengan pasir halus yang telah diayak. Harus diperhatikan benar kekuatan pasangan batu alam, terutama pada bidang-bidang yang tinggi untuk menghindari kemungkinan lepasnya batu alam di kemudian hari. Kekuatan pasangan tergantung pada mutu semen yang dipergunakan, kehalusan dan kebersihan pasir, serta ketepatan campuran.

 

Perawatan Batu Alam

Hampir semua jenis batu alam mempunyai karakter yang sama, yaitu berpori, walaupun pori-porinya bermacam-macam, ada yang lebar dan ada yang kecil. Pori-pori tersebut, berpadu dengan kelembaban yang tinggi pada iklim tropis adalah tempat tumbuh ideal bagi lumut dan jamur. Untuk mencegah hal tersebut, batu alam mutlak harus dicoating. Coating batu alam secara garis besar mempunyai dua macam karakter, yaitu yang doft (tidak mengkilap) dan glossy (mengkilap). Untuk kesan yang lebih natural, pilihlah coating batu alam yang bersifat doft. Biasanya coating tidak berwarna (clear) tapi khusus untuk batu candi tersedia coating yang berwarna hitam, untuk lebih menonjolkam warna batu candinya.

 

Demikian sekilas bahasan tentang berbagai jenis batu alam. Nah, sekarang Anda sudah tahu tipsnya bila ingin meningkatkan aspek estetika rumah Anda secara drastis bukan? Ya betul, gunakan batu alam.

 

Septana Bagus Pribadi, ST, MT

Staff Pengajar Jurusan Arsitektur FT Undip Semarang

Artikel ini dimuat di Rubrik Bale, Harian Suara Merdeka

 

batu alam

Canopy dan Carport

Jaman dahulu, hampir sebagian besar rumah memiliki garasi. Tetapi saat ini, karena keterbatasan dan mahalnya harga lahan di perkotaan, rata-rata orang akan berpikir berkali-kali untuk menyediakan sebuah garasi pada saat akan membangun sebuah rumah. Dewasa ini keberadaan garasi cukup tergantikan oleh sebuah carport di halaman rumah. Karena fungsi utama carport adalah untuk melindungi mobil yang merupakan salah satu aset bernilai bagi keluarga, maka pembuatan sebuah carport juga harus mengikuti kaidah-kaidah tertentu untuk memaksimalkan fungsi tersebut.

Ukuran dan Persyaratan Teknis

Ukuran carport sangat terkait dengan ukuran mobil yang Anda punyai, atau yang direncanakan akan Anda punyai dalam jangka panjang. Ukuran carport harus lebih luas dari dimensi mobil anda, untuk keperluan manuver mobil ketika keluar masuk mobil, atau sirkulasi di sekelilingnya. Low dan medium MPV biasanya mempunyai panjang maksimal 4,6m. jadi cukup sediakan carport dengan panjang 5m untuk mobil jenis tersebut. Beda halnya dengan MPV dan sedan premium, Anda harus menyediakan carport dengan panjang minimal 5,3m. Bila space di halaman Anda kurang dari 4m, berarti carport Anda hanya akan dapat memuat mobil jenis city car.

Lebar carport yang harus disediakan untuk semua jenis mobil hampir sama. Carport selebar 3m sudah bisa mengakomodasi hampir semua jenis mobil. Tetapi lain halnya, bila pada carport Anda berencana untuk meletakkan kendaraan lain, sepeda motor misalnya. Paling tidak Anda harus menambahkan lebar carport 80-100cm.

Tinggi mobil standard yang paling tinggi kurang dari 1,9m. Jadi bila carport Anda mempunyai kanopi, sisakan clearance minimal 2,3m di bawah kanopi.

Persyaratan teknis yang lain yang harus dipenuhi pada sebuah carport adalah pail atau ketinggian. sebaiknya carport berbentuk miring dengan sisi bagian dalam lebih tinggi daripada pail jalan. Tetapi jangan terlalu miring, karena akan mempengaruhi sistem pengereman mobil ketika diparkir di dalam carport. Perbedaan antara sisi luar dan sisi dalam carport sebesar 10-15cm sudah cukup.

Kanopi Carport

Fungsi kanopi pada carport adalah melindungi mobil di bawahnya, terutama dari panas matahari, hujan, dan kelembaban. Pelingdung dari arah samping tidaklah terlalu penting, karena semua ancaman terhadap mobil tersebut, termasuk embun di dini hari datang dari arah atas. Banyak pilihan yang bisa kita jadikan material untuk struktur kanopi carport. Anda bisa mempergunakan stainless steel, besi tempa, besi hollow, besi galvanized, kayu, beton, atau gabungan dari berbagai material tersebut.

Karena carport berfungsi melindungi aset kendaraan Anda yang berharga, perhatikan betul-betul material yang menjadi struktur kanopi carport. Material berbagai jenis besi menguntungkan dari segi biaya, waktu pengerjaan, dan keragaman bentuk yang bisa dibuat. Tetapi material metal mempunyai keterbatasan umur karena aspek korosi dan karat, kecuali material stainless steel yang tentu saja akan memakan biaya lebih mahal. Material kayu mempunyai aspek estetis yang tinggi dan berkesan eksotik, tetapi kayu yang berkualitas sulit ditemukan saat ini dan mahal harganya. Kayu juga mempunyai umur yang tidak terlalu panjang untuk dipergunakan di interior, karena ancaman pelapukan dan rayap.

Bila mau, Anda bisa menggabungkan antara material beton untuk struktur utama carport (kolom dan baloknya) serta menggabungkannya dengan material besi sebagai struktur penopang penutup carport. Umur beton jauh lebih panjang daripada semua material di atas. Perhatikan campuran beton yang dipakai dengan benar. Yang penting juga pilihlah seluruh bahan campuran dari bahan yang berkualitas baik, mulai dari besi tulangan, pasir, kerikil, dan semen yang merupakan bahan perekat dari seluruh material beton tersebut.

Material Penutup Kanopi

Banyak bahan yang bisa Kita jadikan penutup kanopi carport. Sebaiknya pilih bahan yang tidak terlalu transparan, tetapi juga jangan terlalu masif, supaya tidak menimbulkan kesan ‘penuh’ pada halaman rumah. Material yang paling banyak dipakai adalah policarbonate. Harus hati-hati ketika memilih policarbonat, karena semua jenis policarbonat biasanya akan tampak hampir sama ketika baru, padahal mempunyai ketahanan umur yang berbeda-beda. Ada policarbonat yang berani memberikan garansi keawetan warna seumur hidup, tetapi ada yang warnanya hanya bertahan 2-3 tahun saja. Jadi jangan sampai terbujuk oleh harga yang murah tetapi memperoleh policarbonat dengan kualitas yang kurang baik. Bahan lain yang bisa dipakai adalah fiberglass, mika, atau asbes.

Material Penutup Carport.

Material yang bisa dipilih antara lain :

  • Rabat beton atau plesteran. Gunakan semen dan pasir yang baik untuk memperoleh rabat beton yang cukup kuat untuk menahan beban mobil. Ratakan permukaan tanah, lalu lapisilah dengan pasir urug, barulah di atasnya dituang campuran adukan beton untuk membuat rabat beton setebal 8-10cm. Jangan lupa membuat tali air di atas permukaan beton untuk tempat mengalirnya air yang masuk ke dalam carport.
  • Paving block. Gunakan paving block yang cukup tebal (7-8cm) yang sanggup menahan beban mobil. Bila Anda ingin memperbanyak elemen hijau di halaman rumah, Anda bisa menggunakan grassblock, yaitu paving block yang mempunyai lubang-lubang yang bisa diisi dengan rumput.
  • Keramik. Keramik bisa dijadikan variasi dengan penggunaan rabat beton. Pilihkan keramik yang tidak licin dan sebisa mungkin beralur supaya tidak licin ketika ada air masuk ke dalam carport.
  • Koral Sikat. Material ini memiliki aspek estetis yang sangat tinggi, tetapi juga memerlukan biaya yang paling besar. Untuk menghemat biaya, biasanya koral sikat dikombinasikan dengan keramik. Gunakan semen yang berkualitas sebagai media menempelnya batu koral.

 

Demikian serba-serbi tentang carport. Carport dan kanopy adalah elemen yang terletak di depan rumah. Sehingga perlu didesain dengan baik untuk mempercantik rumah kita. Selamat mendesain carport !.

 

(Sumber gambar : ideaonline.co.id; idebebeb.blogspot.com; kaskus.co.id; renovmart.com)

 

Septana Bagus Pribadi, ST, MT

Staff Pengajar Jurusan Arsitektur FT Undip Semarang

 

Tulisan ini dimuat di rubrik Bale, Harian Suara Merdeka

 

idea online co id 2

idebebeb blogspot com

kaskus co id

made-in-china com 2

renovmart com 6

renovmart com

renovmart com2

renovmart com3

Memilih Bahan Konstruksi Dinding (Bagian 3 – Bata Ringan)

Tulisan ini adalah bagian terakhir mengenai bahan konstruksi dinding. Kali ini kita akan membahas mengenai material yang boleh dibilang baru, tetapi sudah banyak dipilih sebagai bahan konstruksi dinding, yaitu bata ringan.

Istilah ‘bata ringan’ sendiri sebenernya adalah salah kaprah, karena istilah untuk material semacam ini adalah AAC (Autoclave Aerated Concrete) dan CLC (Cellular Lightweight Concrete), yang lebih merujuk kepada material beton, sehingga lebih tepat bila disebut sebagai ‘beton ringan’. Tetapi masyarakat sudah terlanjur familiar dengan istilah ‘bata ringan’.

Baik AAC maupun CLC, dibuat dengan bahan utama semen, pasir, dan air. Keduanya memakai prinsip yang hampir sama, yaitu menambahkan gelembung-gelembung udara pada campuran beton, sehingga volume beton mengembang dan bersifat lebih perforated daripada beton biasa. Otomatis bobotnya akan jauh lebih ringan daripada beton biasa, bahkan bisa mengapung di air. Pada bata ringan AAC digunakan aluminium pasta sebagai pengembang, dan pengerasan dilakukan di dalam bilik yang bertekanan dan bersuhu tinggi. Proses ini biasa diterapkan pada industri skala besar. Sedangkan CLC, menggunakan foam agent yang dicampurkan dengan mixer pada adukan beton untuk memunculkan micro bubble di dalam adukan beton. Proses pendinginan dilakukan pada udara terbuka, sehingga biasa diterapkan pada industri bata ringan skala kecil.

Material bata ringan yang berada di pasaran ada 2 macam, yang berwarna putih dan agak abu-abu. Perbedaannya terletak pada jenis pasir yang menjadi bahan pembuatnya. Bata ringan yang berwarna putih menggunakan bahan dasar pasir silika yang berwarna putih, sedangkan bata ringan yang berwarna abu-abu menggunakan pasir biasa. Secara perbandingan kekuatan, tidak terlalu jauh berbeda untuk keduanya.

Spesifikasi teknis material bata ringan adalah sebagai berikut :

  • Ukuran panjang 60cm, tinggi 20cm, dengan tebal bervariasi, mulai 7,5cm, 10cm, dan seterusnya.
  • Berat jenis normal : 650 kg/m3
  • Kuat tekan : > 4,0 N/mm2
  • Konduktifitas termis : 0,14 W/mK
  • Tebal spesi : 3 mm (dengan semen instan), 5 mm (dengan semen biasa)
  • Ketahanan terhadap api : 4 jam
  • Jumlah kebutuhan bata ringan per 1 m2 : 8 – 9 buah
  • Harga Rp. 14.500 / bh untuk bata ringan dengan tebal 10cm

Kelebihan material bata ringan :

  • Ukuran material sangat presisi, sehingga adukan pasangan dan acian bisa sangat tipis. Dimungkinkan tanpa plesteran.
  • Bata ringan mudah dipotong, sehingga meminimalkan construction waste.
  • Pada proses pemasangan dan aci, sama sekali tidak memerlukan pasir, sehingga lingkungan kerja jauh lebih rapi, karena tidak ada dropping pasir dan pengadukan campuran.
  • Ukuran besar, sehingga waktu konstruksi akan jauh lebih cepat.
  • Ringan, sehingga akan jauh mengurangi beban pada konstruksi bangunan.
  • Insulasi panas dan suara sangat baik.

Kekurangan material bata ringan :

  • Harga material mahal. Untuk satu bidang dinding diperlukan bata ringan seharga 8 x Rp. 14.500 = Rp. 116.000,-
  • Perlu tukang dengan keahlian khusus untuk memasang bata ringan. Kalau dipasang asal-asalan, kepresisian akan hilang.
  • Beberapa jenis bata ringan harus dipasang dengan semen khusus (semen instan), walaupun ada beberapa jenis yang bisa dipasang dengan semen biasa. Tanyakan hal ini pada supplier bata ringan pada saat membeli.
  • Tidak bisa dipaku karena material bersifat perforated. Bila ingin menggantung lukisan atau furniture di dinding dengan bata ringan, harus menggunakan baut dengan fisher.

 

Cara pemasangan bata ringan mirip dengan pemasangan bata biasa atau batako. Perbedaannya adalah seluruh proses pemasangan harus sangat teliti, bila tidak maka tingkat kepresisian tidak akan tercapai sehingga pasangan dan acian menjadi boros. Jidar aluminium dan waterpass mutlak harus dipergunakan. Untuk menjaga supaya adukan pasangan (baik dengan semen instan maupun semen biasa) bisa mempunyai ketebalan yang sama, maka digunakan sendok khusus yang mempunyai gigi-gigi persegi di ujungnya yang biasa disebut roskam. Dengan roskam ini akan diperoleh pasangan setebal 3-5 mm. Beda dengan bata merah dan batako, pasangan ini hanya menggunakan campuran semen dan air saja, tanpa pasir.

 

Setelah dinding bata ringan terpasang, tidak perlu diplester. Bisa langsung diaci dengan semen instan atau semen biasa. Biasanya acian diaplikasikan setebal 5-7mm. Sebetulnya dinding bata ringan boleh-boleh saja diplester, tetapi justru kelebihan material ini adalah kepresisian yang tinggi sehingga diharapkan dinding yang dihasilkan sudah akan langsung rata dan bisa langsung diaci. Tunggu 3-4 hari hingga acian kering betul, barulah diaplikasikan finishing dinding seperti cat dan wallpaper.

 

Material bata ringan sangat cocok bila dipakai pada bangunan yang bertingkat banyak (3 lantai ke atas). Karena sangat ringan, akumulasi bobot material pada jumlah lantai yang banyak akan jauh lebih ringan daripada material bata biasa, sehingga mengurangi beban struktur. Bobot yang ringan juga akan jauh mempermudah delivery material ke lantai-lantai atas. Pengerjaan yang cepat akan mereduksi beban tenaga kerja. Jadi harga material dasar bata ringan yang lebih mahal akan terkonversi dalam desain struktur yang lebih murah (karena beban lebih ringan) dan biaya tenaga kerja yang lebih murah karena waktu pengerjaan lebih singkat.

 

Nah, saran saya, bila faktor biaya menjadi pertimbangan utama Anda, untuk rumah 1-2 lantai, gunakan bata biasa, sementara untuk bangunan dengan 3 lantai ke atas, gunakan bata ringan. Tapi bila faktor waktu yang menjadi concern utama, jangan ragu, pakailah bata ringan. Selamat membangun 🙂

Septana Bagus Pribadi, ST, MT

(Staff Pengajar Jurusan Arsitektur FT Undip)

 

Tulisan ini dimuat di Rubrik Bale. Harian Suara Merdeka

 

01336363667-aac-batako-ringan

belum-diaci-depan

hebel

IMG_0320

IMG_0326

nadhilaproperti blogspot com

Memilih Bahan Konstruksi Dinding (Bagian 2- Batako)

Setelah pada tulisan yang lalu kita kupas tuntas tentang batu bata sebagai bahan konstruksi dinding, maka pada kesempatan ini akan kita bahas bahan konstruksi dinding yang lain. Selain batu bata, yaitu Batako. Batako berasal dari kata bata kosong, karena kebanyakan batako memiliki rongga di tengahnya yang timbul karena proses pengepressan, rongga tersebut selain berfungsi untuk menghemat bahan, juga untuk mengurangi bobot batako itu sendiri.

Jenis-Jenis batako

Batako ada 2 macam. Yaitu yang disebut batako putih dan batako press

  1. Batako Putih. Biasa disebut juga dengan Batako Tras. Umumnya memiliki ukuran panjang 25 – 30 cm, tebal 8 – 10 cm, dan tinggi 14 – 18 cm, Batako putih dibuat dari campuran tras, batu kapur, dan air. Campuran tersebut dicetak, lalu dibakar. Tras merupakan jenis tanah berwarna putih / putih kecoklatan yang berasal dari pelapukan batu-batu gunung berapi. Batako putih ini banyak terdapat di daerah yang tanahnya banyak mengandung kapur, misalnya di daerah pantura Pulau Jawa. Untuk 1m2 bidang dinding diperlukan batako putih sebanyak 20-25 bh.

Kelebihan dinding batako putih:

a. Pemasangan relatif lebih cepat.

b. Harga relatif murah

Kekurangan dinding batako putih:

a. Rapuh dan mudah pecah.

b. Menyerap air sehingga dapat menyebabkan tembok lembab.

c. Dinding mudah retak.

d. Penggunaan rangka beton pengaku relatif lebih banyak, yaitu setiap bidang dinding seluas

7,5 – 9 m

  1. Batako Press. Umumnya memiliki ukuran panjang 36 – 40 cm, tebal 8 – 10 cm, dan tinggi 18 – 20 cm. Batako pres dibuat dari campuran semen PC dan pasir atau abu batu yang kemudian dipress,  baik secara manual (menggunakan tangan), maupun menggunakan mesin. Perbedaan antara batako press manual dan press mesin bisa dilihat pada kepadatan permukaan batakonya. Umumnya harga batako press mesin akan lebih tinggi.

Kelebihan dinding batako pres:

a. Lebih kedap air sehingga mengurangi kemungkinan terjadinya rembesan air.

b. Pemasangan lebih cepat daripada dinding bata merah ataupun dinding batako putih, karena ukuran material yang lebih besar.

c. membutuhkan rangka beton pengaku relatif lebih sedikit, yaitu antara 9 – 12 m2 luas bidang dinding

d. Ukuran material lebih presisi dan seragam, sehingga mengurangi pemakaian spesi, dan material plester dan aci.

e. Ketersediaan material relatif terjamin, serta fluktuasi harga tidak terlalu tinggi karena proses pembuatannya tidak terlalu dipengaruhi oleh musim.

Kekurangan dinding batako pres:

a. Harga relatif lebih mahal dibanding batako tras.

b. Mudah terjadi retak rambut pada dinding.

c. Dinding mudah berlubang karena terdapat lubang pada bagian sisi dalamnya, sehingga menyulitkan untuk pemasangan perabot pada dinding.

d. Insulasi panas dan suara tidak sebaik dinding batu bata.

Batako identik dengan rumah sederhana, karena banyak orang meyakini bahwa biaya konstruksi dinding batako akan lebih murah daripada konstruksi dinding dengan batu bata. Benarkah begitu ?. Untuk 1 m2 dinding, diperlukan 20 bh batako press berukuran 40x20x10cm yang dipasang secara berdiri. Harga batako berkisar Rp. 1500/bh, sehingga dibutuhkan batako seharga Rp. 30.000 untuk satu bidang dinding seluas 1m2. Sedangkan dinding bata membutuhkan batu bata sebanyak 60 bh dengan harga Rp.400/bh. Jadi untuk dinding bata hanya membutuhkan material batu bata seharga Rp. 24.000/m2. Nah, malah lebih mahal dinding batako bukan?.

Jadi sebenarnya, dinding batako dianggap lebih murah daripada dinding batu bata apabila dinding tersebut tidak menggunakan plester dan aci. Ukuran batako lebih presisi daripada bata, sehingga dinding batako polos menghasilkan dinding yang lebih rapi secara visual apabila dibandingkan dengan dinding pasangan batu bata polos (tanpa plester dan aci). Tetapi bila sama-sama diplester dan diaci, maka dinding batako jatuhnya akan lebih mahal daripada dinding bata, karena dapat dipastikan, dinding batu bata akan membutuhkan material plesteran yang lebih banyak daripada dinding batako karena ukuran material batu bata yang kurang seragam.

Dinding batako lebih ringan dari pada dinding bata, sehingga menguntungkan untuk bangunan bertingkat banyak, karena mengurangi beban konstruksi. Bandingkan berat jenis batako yang sekitar 1.000 kg/m3, dibandingkan dengan berat jenis batu bata merah yang sebesar 2.000 kg/m3. Tetapi batako memiliki kuat tekan hanya 5,5 N/mm2 yang lebih kecil daripada batu merah kualitas baik yang bisa memiliki kuat tekan hingga 25 N/mm2 (SII-0021,1978). Batako memiliki ketahanan terhadap api selama 4 jam, lebih baik bila dibandingkan dengan bata merah yang memiliki ketahanan terhadap api hanya selama 2 jam.

Nah, dengan sedikit pengetahuan di atas, kita sudah tahu, kapan harus memakai batako dan kapan harus menggunakan bata merah bukan ?

Septana Bagus Pribadi, ST, MT

(Staff Pengajar Jurusan Arsitektur FT Undip)

Tulisan ini dimuat di Rubrik Bale, Harian Suara Merdeka

batako

photo-2

batako-press

Menata Ruang Dapur (Bag. 2) – Dapur menurut Feng Shui

Menurut ilmu feng shui, dapur merupakan sumber kehidupan. Dapur menjadi tempat utama untuk mengolah makanan dan minuman. Keberadaan dapur ditinjau dari sudut ilmu feng shui dapat memberi keberuntungan bagi sebuah keluarga bila penempatannya dilakukan dengan benar. Tetapi sebaliknya, dapat memberikan pengaruh buruk bagi penghuni rumah apabila salah dalam pengaturannya. Terlepas dari itu semua, di balik kepercayaan dan pemahaman tertentu seperti ilmu feng shui, biasanya selalu terdapat alasan logis yang diperoleh secara empiris. Itulah sebabnya, tidak ada salahnya kita menilik aturan-aturan feng shui mengenai tata letak dapur ini.

 

Ada beberapa tips feng shui praktis seputar feng shui dapur. Aturan-aturan utama mengenai dapur dalan feng shui adalah :

 

  1. Jangan meletakkan dapur di pusat rumah, karena dapur mempunyai energi panas yang dapat menyebar ke seluruh area. Secara logika, dapur yang terletak di pusat rumah tentu tidak memiliki ventilasi yang memadai, sehingga menjadi pengap dan lembab, serta menyebarkan panas dan asap ke bagian rumah yang lain.
  2. Jangan meletakkan dapur di area utara rumah. Area utara pada kompas feng shui adalah tempat untuk unsur air.
  3. Dapur jangan terletak di bawah toilet yang berada di lantai di atasnya.
  4. Pintu dapur jangan berhadapan dengan pintu toilet.
  5. Jangan menempatkan dapur di bawah kamar tidur di lantai atas.
  6. Begitu pula dengan ruang keluarga, sangat disarankan untuk tidak berada di atas dapur.
  7. Dapur atau pantry juga jangan diletakkan di bawah atau di samping tangga. Secara logika, tangga merupakan area yang banyak menghasilkan debu karena hentakan kaki yang menaiki tangga. Tentu kita tidak ingin debu tersebut masuk ke dalam masakan bukan ?

 

Dalam ilmu feng shui, kompor (stove) merupakan elemen dapur yang utama dan paling perlu diperhatikan. Berikut pendapat ilmu feng shui khusus mengenai elemen kompor saja :

 

  1. Posisi kompor jangan menghadap ke pintu ruangan atau menghadap ke tangga. Hal ini untuk menghindari ‘hangusnya’ energi positif Chi. Hilangnya energi ini dapat menyebabkan pencari nafkah kehilangan atau terhambat pekerjaannya.
  2. Kompor tidak boleh ditempatkan berhadapan atau bersebelahan dengan lemari es, bak cuci piring, wastafel, atau mesin cuci. Posisi ini menyebabkan adanya pertentangan antar elemen. Lemari es, bak cuci piring, wastafel, atau mesin cuci yang berunsur air dapat ‘mengguyur’ api makanan dan kemakmuran. Kondisi perekonomian keluarga akan mengalami kondisi stagnan seperti makanan yang beku di dalam lemari es .
  3. Kompor jangan ditempatkan di bawah toilet, di bawah kamar mandi atau tangki air yang ada di lantai atas. Hal ini dikhawatirkan karena energi negatif dapat turun ke dapur yang dapat menyapu energi chi dan menyapu pula keberuntungan .

 

  1. Kompor jangan ditempatkan di bawah kamar tidur yang ada di lantai atas. Menurut ilmu feng shui posisi kompor di bawah kamar tidur dapat menyebabkan pengguna kamar sering sakit . Kamar tersebut juga tidak cocok untuk orang yang mudah marah atau mudah tersinggung.
    1. Kompor sebaiknya tidak ditempatkan di bawah jendela dapur . Posisi ini dalam feng shui dikatakan sangat rentan, karena adanya angin dari luar yang akan dengan mudah memadamkan api kompor, yang berarti tidak ada jaminan akan penghidupan yang baik.
    2. Usahakan saat Anda sedang memasak di dapur, posisi Anda tidak membelakangi pintu. Dalam ilmu feng shui, hal ini kurang baik bagi usaha Anda.

 

Belum cukup pengertian kita mengenai feng shui dapur? Nah, ternyata masih ada lagi tips-tips menata dapur yang berdasarkan ilmu feng shui, yaitu :

 

  • Hindarkan pipa air yang melintang di atas kompor. Baik pipa air bersih ataupun pipa air kotor.
  • Tempat menyimpan beras harus selalu tertutup, dan usahakan jangan sampai habis sama sekali, hal ini untuk mempertahankan energi yang sudah stabil.
  • Jangan memajang lukisan air di dapur.
  • Jangan memasang foto seluruh keluarga atau anggota keluarga di dapur.
  • Jangan memasang foto atau lukisan binatang ganas di dapur.
  • Jangan memasang cermin di dapur.
  • Pastikan kompor selalu dalam kondisi bersih dan dapat berfungsi dengan baik. Hal ini merupakan indikator keuangan Anda.
  • Ternyata pemakaian keramik sebagai penutup meja dapur dinilai memiliki pengaruh yang lebih baik menurut ilmu feng shui. Pemakaian keramik akan mendukung energi tanah yang berguna untuk meningkatkan energi bumi dan memberikan energi kekayaan.

 

Sedangkan dalam teori umum arsitektur, dapur yang baik naruslah :

 

  1. Memiliki ventilasi alami secara langsung. Bila karena keterbatasan lahan dapur tidak bisa mempunyai ventilasi alami, haruslah menggunakan ventilasi buatan atau mekanis dengan cooker hood, cerobong asap, atau exhaust fan.
  2. Dapur teletak dekat dengan ruang makan dan memiliki lalu lintas secara langsung, tidak perlu melewati ruang keluarga, ruang tidur, dan ruang lainnya.
  3. Sebaiknya dapur memiliki akses tersendiri yang terpisah dari akses utama dari ruang tamu.

 

Ternyata sungguh seru dan banyak sekali aturan yang harus kita ikuti bila ingin menata dapur sesuai dengan ilmu feng shui. Anda ingin mencobanya ?

 

feng shui

feng-shui-pabrik-kitchen-set

minimalisdesign com 2

minimalisdesign com

minimalisti com

sekedar-tahu blogspot com

honest abe model home in algood, tennessee (near cookeville)

sliding-closetdoors net2

(Sumber materi dan gambar : warnaimpian.com; pabrikkitchenset.wordpress.com; minimalisdesign.com; sliding-closetdoors.net. sekedar-tahu.blogspot.com)

 

Septana Bagus Pribadi, ST, MT

Staff Pengajar Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Undip

Tulisan ini dimuat di Rubrik Bale – Harian Suara Merdeka

Memilih Konstruksi Atap

Jaman dahulu, kayu hampir selalu menjadi pilihan utama sebagai bahan konstruksi atap. Tetapi, saat ini, ketika kayu yang berkualitas sudah semakin sulit ditemukan dan mahal harganya, pilihan utama bahan kuda-kuda beralih ke material baja ringan. Produsen dan aplikator kuda-kuda baja ringan pun tumbuh bak jamur di musim hujan. Sebetulnya, selain dua material di atas, masih ada material lain yang bisa dipergunakan sebagai kuda-kuda, yaitu baja profil dan beton. Seperti apa kelebihan dan kekurangan masing-masing material di atas sebagai bahan konstruksi atap? Mari kita lihat uraian di bawah ini.

1. Kuda-kuda baja ringan

Seperti diungkapkan di atas, material ini menjadi pilihan utama bagi bahan konstruksi atap. Harga yang relatif murah dan kecepatan pemasangan menjadi pertimbangan utama. Kuda-kuda ini terbentuk dari material dasar baja mutu tinggi yang dibuat dengan sistem rol menjadi berbentuk profil dengan ketebalan 0,75 s/d 1,25 mm. Ketebalan ini sangat menentukan kekuatan kuda-kuda baja ringan. Selain itu, untuk menambah kekakuan, bila kita amati penampang profilnya akan terlihat beberapa tekukan yang bertujuan untuk menambah kekuatan. Material dasar ini kemudian dilapis dengan material lain. Pada umumnya terdapat 2 macam zat pelapis, yaitu galvalum dan zincalum dengan karakteristik masing-masing. Galvalum lebih tahan terhadap air semen, sementara Zincalum lebih tahan terhadap karat dan korosi, sehingga lebih cocok untuk diaplikasikan di daerah pantai. Material baja ringan dengan pelapis zincalum biasanya memiliki harga lebih mahal.

Bila kita amati profil baja ringan, memang terlihat sangat tipis, tetapi pada dasarnya kuda-kuda baja ringan ini bila telah ter-assembly menjadi suatu rangkaian utuh akan cukup kuat untuk menahan beban genteng di atasnya, genteng beton sekalipun. Ketepatan dalam menyambung / mengoneksi antara batang profil juga menentukan kekuatan. Perbedaan ketebalan profil yang hanya 0,25mm juga akan sangat sulit dibedakan dengan mata telanjang. Untuk itu, sebaiknya pilihlah aplikator baja ringan yang terpercaya dan sudah memiliki reputasi luas. Karena pada beberapa kasus, terjadi konstruksi baja ringan yang collapse, karena kesalahan perhitungan beban dan aplikasi.

konstruksi atap baja ringan terdiri dari kuda-kuda yang disusun rapat pada jarak 1 s/d 1,2 m. Batang miring kuda-kuda baja ringan berfungsi sekaligus sebagai usuk. Di atas kuda-kuda yang rapat inilah langsung dipasang reng dengan jarak sesuai jenis genteng yang dipakai.

Kelebihan konstruksi atap baja ringan adalah :

  • Waktu pengerjaan sangat cepat
  • Biaya relatif murah
  • Beban konstruksi kepada pondasi dan kolom menjadi lebih ringan

Sedangkan Kelemahan konstruksi atap baja ringan adalah :

  • Ruang atap tidak bisa dipakai, karena kuda-kuda baja ringan harus disusun pada jarak yang rapat.
  • Sulit ketika akan melakukan renovasi atau perubahan bentuk bangunan

2. Kuda-Kuda Baja Konvensional

Kuda-kuda ini banyak dipergunakan pada bangunan dengan bentang atap yang lebar, misalnya gedung pertemuan, aula, atau pabrik. Berbeda dengan kuda-kuda baja ringan yang mempergunakan profil tipis, kuda-kuda baja konvensional ini mempergunakan baja profil yang cukup tebal. Cukup banyak jenis profil yang tersedia di pasaran, misal profil C, profil I, profil H, profil siku, atau bentuk lain seperti pipa dan persegi. Jarak di antara kuda-kuda bisa cukup jauh, yaitu antara 4-5m. Di atas kuda-kuda ini barulah dipasang usuk yang biasanya menggunakan kanal C yang mirip dengan profil baja ringan. di atas usuk biasanya langsung dipasang atap metal (spandeck) atau asbes. Bila ingin mempergunakan genteng bisa saja. Kanal C tersebut berfungsi sebagai gording, dan ditambahi lagi usuk dan reng dari kayu di atasnya.

Kelebihan konstruksi atap baja konvensional adalah :

  • Waktu pengerjaan sangat cepat
  • Biaya relatif lebih mahal
  • Kekuatan lebih terjamin

Sedangkan Kelemahan konstruksi atap konvensional adalah :

  • Beban konstruksi kepada pondasi dan kolom menjadi berat.

3. Kuda-kuda beton

Kuda-kuda beton dibuat dari beton bertulang dengan ukuran tergantung bentang atapnya. Tinggi penampang balok kuda-kuda beton biasanya berukuran 1/10 s/d 1/12 bentang atapnya. Dengan perbandingan 2:3 untuk perbandingan lebar dan tingginya. Kuda-kuda beton biasanya dipasang mengikuti modul ruang yang ada di bawahnya, karena memiliki penulangan yang bisa menerus kepada penulangan kolom. Jarak maksimal antar kuda-kuda adalah 4 m. Di atas kuda-kuda beton inilah dipasang gording kayu. Bisa mempergunakan kayu berukuran 8/12cm. Di atas gording kayu tersebut, barulah disusun usuk dan reng. Bila di antara balok kuda-kuda tersebut diisi dengan bata, maka disebut gunungan atau sopi-sopi. Biasanya sopi-sopi ini terdapat di bagian tepi atap yang berbentuk pelana. Kekuatan kuda-kuda beton ini sangat tergantung pada ketepatan perhitungan dimensi, tulangan besi yang dipergunakan, dan tentu saja material-material yang dipergunakan sebagai campuran beton, yaitu semen, pasir, dan kerikil. Gunakan semen dengan kualitas baik untuk memastikan kekuatan dan mutu beton yang dihasilkan

Kelebihan konstruksi atap kuda-kuda beton adalah :

  • Ruangan di bawah atap bisa dipergunakan
  • Biaya relatif murah
  • Kekuatan lebih terjamin

Sedangkan Kelemahan konstruksi atap kuda-kuda beton adalah :

  • Beban konstruksi kepada pondasi dan kolom berat.
  • Waktu pengerjaan lama, karena harus menunggu umur beton mengering.
  • Proses pengerjaan repot karena memerlukan bekisting.

 

4. Kuda-kuda Kayu

Bagaimanapun kuda-kuda kayu mempunyai eksostisme tersendiri. Biasanya kuda-kuda ini

dipergunakan bila ingin mengekspose konstruksi kuda-kudanya. Misalkan pada bangunan yang menggunakan konstruksi tradisional atau bangunan dengan fungsi khusus seperti hotel dan resort. Kayu yang dipergunakan harus kayu yang mempunyai kualitas bagus, lurus dan kering. Kelebihan Kuda-kuda kayu adalah aspek estetis yang tinggi dan  ruang di bawah atap bisa dipergunakan. Sedangkan kelemahan kuda-kuda kayu adalah harganya yang relatif mahal.

Demikian sedikit ulasan tentang bermacam-macam jenis kuda-kuda. Semoga bisa menjadi bahan pertimbangan untuk memilih konstruksi atap.

Interior Design Exotic Tropical Resort of Alila Villa Hadahaa in Maldives Photos

decoration-ideas org2

endagrismunarsi wordpress com

homedit com2

homedit com3

homeklondike com

megatrussglobal com

surabaya olx co id

 

(sumber gambar : davinong.com; decorationideas.org; endagrismunarsi.wordpress.com; homedit.com; homeklondike.com; megratrussglobal.com; surabaya.olx.co.id)

Septana Bagus Pribadi, ST, MT

Staff Pengajar Jurusan Arsitektur FT Undip

Tulisan ini dimuat di Rubrik Bale, Harian Suara Merdeka 23 Des 2012 hal. 17